Kegiatan

 

MAMPU Dukung ‘Aisyiyah Kembangkan Asuhan Paliatif

24 Oktober 2018
Penulis: Drevina Andarini

Melalui pidato pembukanya pada sebuah Semiloka tentang penyelenggaraan Asuhan Paliatif Terpadu di Yogyakarta, 6 – 8 Oktober lalu, Tri Hastuti—Koordinator Program MAMPU-PP ‘Aisyiyah—menegaskan bahwa, “tugas terbesar kita untuk SDGs saat ini adalah penyakit yang dekat dengan perempuan, seperti kanker serviks dan payudara yang juga jadi faktor penyumbang kematian ibu di Indonesia.” Menurut Tri, selama ini, kesadaran para perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker masih tergolong rendah. Hal ini kemudian mengarah pada tingginya angka perempuan terdeteksi kanker sudah pada stadium lanjut. “Oleh karena itu,” sambungnya, “asuhan paliatif merupakan satu pendekatan yang perlu dikembangkan.”

Dengan dukungan Program MAMPU, ‘Aisyiyah mengembangkan Asuhan Paliatif, yaitu layanan dampingan bagi pasien dengan penyakit terminal (life threatening illness), seperti kanker. Melalui asuhan paliatif, kualitas hidup pasien ditingkatkan, baik dari segi pengobatan  dan penanganan rasa sakit, psikososial, hingga spiritual. Mulai dari diagnosis sampai akhir hayatnya. Asuhan tersebut juga berlanjut setelah pasien meninggal dunia, ditujukan kepada keluarga pasien.

“Kesehatan merupakan salah satu fokus dakwah ’Aisyiyah. Kami berkomitmen mendukung kerja paliatif dalam konteks penanggulangan ‘life limiting illness’ yang paripurna.” Tegas Tri. Melalui pendekatan interdisiplin, sesi pembelajaran diberikan oleh berbagai narasumber seperti praktisi asuhan paliatif, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, tenaga keperawatan, serta pendamping kerohanian pasien. Diikuti oleh 30 peserta yang masing-masing mewakili wilayah sasaran terdiri dari pengelola MAMPU-‘Aisyiyah di Pusat dan Daerah, tenaga kesehatan di Puskesmas dan klinik, serta akademisi jejaring ‘Aisyiyah-Muhammadiyah.