Kegiatan

 

Program MAMPU dan Kedutaan Australia Sambangi Pekerja Rumahan di Surabaya

25 September 2018
Penulis: Intan febriani

Ibu Cecilia (MWPRI) menyampaikan paparan di depan perwakilan Pemda, MAMPU dan DFAT

Pada 18 April 2018, Kedutaan Australia dan Program MAMPU mengunjungi wilayah kerja Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI) di Surabaya. Kunjungan ini menjadi ruang bagi kelompok perempuan dan mitra pelaksana program untuk berbagi pengalaman dalam mendorong inisiatif di tingkat lokal dalam pemberdayaan perempuan.

Pertemuan pembuka berlangsung di Kantor Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Dihadiri oleh Pemerintah Kelurahan, Pemerintah Kecamatan, Dinas Tenaga Kerja Surabaya serta para pekerjarumahan binaan MWPRI wilayah Surabaya. Pemerintah Kecamatan Rungkut membuka acara dengan menyambut baik adanya Program MAMPU di wilayahnya serta menjelaskan sangat berkembangnya industri kecil di wilayah Surabaya.

Kemudian dilanjutkan oleh MWPRI menjabarkan kegiatan pemberdayaan seperti perkenalan dengan kerja layak, keterampilan beroganisasi, dan perlindungan kerja para pekerjarumahan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pertemuan di Kecamatan Rungkut ini menjadi awal kerjasama yang baik antara MWPRI, Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan serta Dinas Tenaga Kerja wilayah Surabaya untuk bersama-sama mencari jalan keluar bagi isu-isu sekitar pekerja rumahan.

Kunjungan dilanjutkan dengan kunjungan melihat para pekerja rumahan Kelompok Bunga Sakura binaan MWPRI di Desa Kali Rungkut. Mayoritas pekerja rumahan kelompok ini bekerja membuat souvenir pesta, salah satunya Nyumiatun. Ia bekerja menggulung handuk kecil yang dibungkus cantik menjadi souvenir pesta. Upahnya Rp.10.000 per 100 buah. Umumnya Nyumiatun mendapat pesanan kurang lebih 300-400 buah souvenir. MWPRI mendorong para pekerja rumahan untuk membentuk kelompok untuk saling menguatkan.

“Setelah ada kelompok, saya jadi punya tempat untuk berbagi mengeluarkan keluhan pekerjaan. Kami berharap ke depannya pekerja rumahan ini dianggap. Kami juga ingin kesejahteraan kami juga diperhatikan.” Ungkap Nyumiatun sembari menggulung handuk untuk pesanan hari itu.