Kegiatan

 

MAMPU – ‘Aisyiyah Berhasil Dorong Kebijakan Alokasi Dana Desa untuk Layanan Kespro di Kabupaten Sambas

21 September 2018
Penulis: Drevina Andarini

Advokasi mitra MAMPU, ‘Aisyiyah mengenai peningkatan layanan kesehatan reproduksi perempuan kini terwujud melalui diselenggarakannya pemeriksaan kanker serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat, atau yang kita kenal dengan tes IVA, secara gratis untuk seluruh perempuan di wilayah Desa Setalik dan Desa Kartiasa, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Bentuk dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan perempuan ini, kini sepenuhnya dibiayai oleh dana desa.

Menurut Nurlisa yang akrab disapa Lisa, Koordinator Program MAMPU – ‘Aisyiyah Kabupaten Sambas, tes IVA yang diperkirakan akan dijalankan oleh sekitar 100 perempuan di Desa Setalik ini merupakan hasil advokasi yang dilakukan oleh kader dan anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah saat berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), 2017 lalu.

Keberhasilan penyelenggaraan pemeriksaan tersebut juga tidak luput dari jalinan kerja sama yang erat antara pihak Puskesmas Sejangkung dengan ‘Aisyiyah. Tes IVA dapat dilangsungkan di Polindes Setalik. “Selama ini tes IVA selalu dilakukan di Puskesmas, akan tetapi kali ini pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan di Polindes yang lokasinya lebih dekat dengan masyarakat. Mereka membawa lima bidan, bahkan Kepala Puskesmas juga hadir,” ujar Lisa.

Di Desa Kartiasa, kehadiran dukungan Program MAMPU melalui ‘Aisyiyah juga mendapat sambutan baik. Melalui pertemuan pengurus Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sambas dengan Kepala Desa Kartiasa di Kantor Desa Kartiasa pekan lalu (13/9), Kepala Desa Edy Rakhman didampingi Sekretaris Desa, Yulida menyampaikan apresiasinya terhadap usaha yang dilakukan Program MAMPU bersama ‘Aisyiyah.

“Kegiatan yang selama ini dilakukan oleh MAMPU-‘Aisyiyah di Desa Kartiasa membantu pemberdayaan perempuan dan mewujudkan sosialisi kesehatan ibu dan anak dengan optimal,” Yulida menyampaikan dalam pertemuan tersebut “peran ‘Aisyiyah sangat membantu kami untuk mengorganisasi perempuan dalam kegiatan-kegiatan desa,” sambungnya.