Uncategorized

BITRA | MWPRI | TURC | Yasanti

Keempat organisasi di bawah Area Tematik 2 tidak bekerja melalui jaringan lokal. Organisasi-organisasi tersebut adalah organisasi nasional dengan cabang di tingkat lokal yang secara langsung melaksanakan kegiatan di wilayah-wilayah yang mewakili banyak pekerja rumahan perempuan. Pekerja rumahan Indonesia, atau pekerja berbasis rumahan, memproduksi, merakit, atau menyelesaikan produk-produk dengan dasar perhitungan per unit untuk produk-produk seperti sandal/sepatu, pakaian, bordiran, alat memasak, maupun produk rotan untuk pasar domestik dan internasional.

PROFIL

1. BITRA – Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan Indonesia

BITRA dibentuk pada 1986, dan bekerja dengan masyarakat/komunitas miskin dan marjinal di wilayah pedesaan untuk memberikan peluang pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kapasitas SDM dan pemberdayaan masyarakat. BITRA mengadvokasi kebijkan yang membantu masyarakat termajinalkan, membangun aliansi strategis untuk mempromosikan kebijakan pembangunan manusia, dan membangkitkan kesadaran publik terkait advokasi kebijakan dan pemberdayaan ekonomi.

Kerja BITRA dengan MAMPU dimulai pada 2014. Sejak memulai kerja tersebut, BITRA telah mengorganisasi lebih dari 500 perempuan miskin ke dalam Kelompok-Kelompok Pekerja Rumahan di 28 desa di 5 kabupaten di Sumatera Utara. BITRA mengembangkan kapasitas anggotanya melalui pelatihan dan pembangkitan kesadaran akan hak mereka, dan membantu anggota mendapatkan penghasilan dengan membentuk credit union. BITRA juga bekerja erat dengan para pekerja rumahan untuk membantu mereka berdialog dan bernegosiasi dengan pihak pengusaha dan perusahaan. Advokasi kebijakan adalah bagian penting dari kerja mereka, dan BITRA juga telah bekerja sama dengan pemerintah dan parlemen untuk mengembangkan rancangan peraturan provinsi yang mengakui keberadaan pekerja rumahan.

2.  MWPRI  –  Mitra  Wanita  Pekerja  Rumahan  Indonesia  

MWPRI dibentuk pada 1996 dan merupakan sebuah organisasi jejaring yang berfokus untuk memberdayakan perempuan pekerja rumahan. Hal itu dilaksanakan dengan cara mengadvokasi perlindungan sosial bagi perempuan pekerja rumahan; meratifikasi Konvensi Pekerja Rumahan ILO C177 (Home Work Convention), 1996 No. 177, dan pemberdayaan dan penguatan organisasi pekerja perempuan. MWPRI berbasis di Malang, Jawa Timur, dan memiliki sekitar 20.000 anggota. Sebagai anggota dari HomeNet South East Asia, MWPRI juga berkolaborasi dengan jejaring pekerja rumahan lainnya di tingkat regional.

Sejak memulai kerja dengan dukungan dana dari MAMPU pada 2014, MWPRI telah mengorganisasi lebih dari 1.000 pekerja rumahan perempuan di 40 desa di 8 kabupaten di Jawa Timur. Mereka mengembangkan kapasitas para anggotanya untuk memahami hak mereka dan cara berorganisasi dengan pemberi kerja. MWPRI juga bekerja erat dengan 4 organisasi lain dalam tema 2, di mana MWPRI bekerja khusus enangani dua isu utama, yaitu penguatan berkesinambungan kelompok pekerja rumahan lokal, seta mempengaruhi peraturan pemerintah provinsi dan kabupaten yang terkait dengan hak pekerja rumahan di tempat kerja. Pada 2016, MWPRI berhasil membantu dimasukkannya usulan peraturan ke dalam agenda legislatif provinsi.

3. TURC – Trade Union Rights Centre

The Trade Union Rights Centre (TURC) didirikan pada 2003 dan mendukung pembangunan suatu gerakan serikat pekerja independen di Indonesia. Organisasi ini mewakili para pekerja dengan memperjuangkan reformasi undang-undang tenaga kerja nasional maupun lokal, serta membangun kapasitas pekerja untuk berorganisasi.

Sejak bergabung dengan MAMPU pada 2014, TURC telah bekerja dengan NGO dan serikat pekerja lain, dan mengorganisasi hampir 300 pekerja rumahan perempuan di 22 desa di Solo dan Sukoharjo (Jawa Tengah), melaksanakan penellitian tentang pekerja rumahan, dan menggunakan temuannya untuk mengembangkan makalah posisi kebijakan (position paper). Kegiatan advokasi TURC berfokus pada pekerja rumahan yang memasok produk-produk bermerek kepada perusahaan-perusahaan nasional dan internasional. Strategi ini akan membantu terciptanya pengorganisasian dan advokasi yang lebih kuat yang dapat menguntungkan bagi para pekerja rumahan.

4. YASANTI – Yayasan Anisa Swasti

Yasanti didirikan pada 1982 sebagai sebuah organisasi perempuan non-pemerintah yang berbasis di Yogyakarta. Yasanti memberdayakan para pekerja rumahan melalui pengorganisasian komunitas/masyarakat, pendidikan, advokasi, dan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.

Sejak 2014, kegiatan Yasanti yang didanai MAMPU antara lain mencakup pengorganisasian lebih dari 900 perempuan pekerja rumahan dari 44 kelompok di 28 desa di 5 kabupaten di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dengan membentuk credit union, melaksanakan pelatihan dan membantu para anggotanya untuk bernegosiasi dengan pemberi kerja, Yasanti akan semakin banyak menggunakan pendekatan strategis yang mengakui keberadaan/posisi pekerja rumahan yang khas di dalam ‘rantai pasok’. Yasanti juga mengkombinasikan kerja akar rumput ini dengan advokasi untuk menjamin bahwa peraturan yang ada memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja rumahan.