Area Tematik Program Kami

Perlindungan Buruh Migran

Mengapa isu ini penting

Berdasarkan data BNP2TKI, 9-10 juta warga negara Indonesia, 60% adalah perempuan, bekerja sebagai pekerja migran di tahun 2017. Penghasilan para pekerja migran mencapai hampir 1% dari pendapatan domestik bruto (GDP) berdasarkan Bank Dunia, dan berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat miskin serta ekonomi nasional,
Namun pekerja migran, terutama perempuan, rentan terhadap rekrutmen ilegal, perdagangan manusia, waktu kerja yang panjang, upah yang rendah, pemerasan, kekerasan dan pelecehan seksual. Sulitnya akses terhadap informasi akurat mengakibatkan rendahnya kesadaran terhadap hak legal, risiko serta perlindungan yang ada.

Pendekatan kami

Mendukung pekerja migran sesuai dengan target pembangunan nasional pemerintan (RPJMN 2015-2019), Nawa Cita serta Gol 8 SDG, yaitu untuk melindungi hak pekerja, mengembangkan lingkungan kerja yang aman terutama untuk pekerja migran perempuan.

MAMPU mendukung kegiatan Migrant CARE dan jaringan mitra lokal untuk meningkatkan kondisi pekerja migran. Dengan dukungan MAMPU, Migrant CARE telah dapat mengembangkan jaringan lokalnya untuk advokasi peningkatan perlindungan pekerja migran mulai dari tingkat akar rumput hingga nasional.

Salah satu inisiatif Migran CARE di tingkat desa, Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) telah memberdayakan perempuan lewat kelompok buruh migran. Pekerja migran diberikan informasi dan layanan sebelum dan sesudah bermigrasi, pelatihan sebelum keberangkatan, penanganan dokumen, literasi finansial, pengumpulan data, pengembangan sistem informasi desa, dan layanan setelah kembali.

DESBUMI bekerja sama dengan pemerintah lokal dan kini aktif di 37 desa. Lewat keanggotaan, pekerja migran memiliki kontak dekat dengan pemerintah lokal, memungkinkan mereka menyuarakan aspirasi untuk mempengaruhi perubahan di desa.

Dashboard berikut menampilkan sejumlah data dan informasi penting pada area tematik ini



Mitra Kami pada area tematik ini