Area Tematik Program Kami

Perbaikan Kesehatan dan gizi perempuan

Mengapa isu ini penting

Perempuan Indonesia masih kesulitan mengakses pelayanan kesehatan. Tingkat kematian Ibu tetap tinggi di angka 126 kematian per 100.000 kelahiran. Perempuan menghadapi berbagai tantangan, seperti biaya perawatan, jarak ke fasilitas kesehatan dan bahkan mendapatkan izin meninggalkan rumah dari suami untuk mengakses layanan kesehatan.
Indonesia juga menghadapi angka stunting atau pertumbuhan anak yang terhambat, yang tinggi. Sekitar 8 milyar anak atau 30% menderita stunting. Beberapa faktor penyebabnya antara lain Buruknya gizi, penyakit infeksi mengakibatkan tingginya risiko di usia awal anak. Selain itu kondisi sosial ekonomi juga mengakibatkan buruknya sanitasi, asupan gizi, minimnya air bersih pada perempuan hamil. Ibu muda yang miskin mereka dapat mengalami gizi buruk sebelum dan ketika hamil, meningkatkan risiko kematian, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, atau mengalami stunting.

Pendekatan kami

Pemerintah Indonesia sedang meningkatkan upaya mewujudkan target pembangunan nasional (RPJMN 2015-2019) yang sejalan dengan SDG gol 2 (kesehatan) dan 8 ( nutrisi), lewat layanan kesehatan dan program nutrisi nasional. Namun layanan masih mendapat tantangan, terutama bagi perempuan dan remaja miskin.

MAMPU mendukung ‘Aisyiyah, PERMAMPU dan Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) untuk meningkatkan akses perempuan terhadap pelayanan kesehatan nasional (JKN) dengan memberdayakan perempuan dan mengembangkan model layanan untuk meningkat akses.

Partner MAMPU memberdayakan perempuan di akar rumput lewat advokasi berbasis riset, membentuk kelompok informasi bagi perempuan dan mengembangkan forum multi-pihak untuk meningkatkan advokasi kebijakan dan pengembangan layanan.

Capaian kami:

  • Mencetak >1160 kader perempuan melalui 369 Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) yang beranggotakan > 8.000 perempuan
  • Lebih dari 230 kader perempuan terlibat Musrenbangdes di 48 desa dalam 11 Kabupaten
  • 100 usulan advokasi anggaran untuk kesehatan reproduksi dalam APBDes
  • Lebih dari 12.000 perempuan mengakses layanan IVA, Pap Smear dan Sadarnis
  • Mendorong 750 warga miskin menjadi peserta JKN PBI (APBD) di Ngawi, Jawa Timur
  • Inisiasi Kartu Menuju Sehat (KMS) Perempuan Sadar Kanker
  • Kabupaten Demak mengadopsi pendekatan Model Layanan dan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan layanan IVA bagi tenaga kesehatan.
  • Memperkuat 437 kelompok ekonomi perempuan dengan >17.850 anggota dan saham lebih dari 31 miliyar rupiah di 218 kelurahan, dalam 31 kabupaten di 8 provinsi di Sumatera
  • Meyakinkan Forum Multi Stakeholder (FMS) untuk mendukung pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan dalam bentuk peraturan adat dan alokasi anggaran di 29 kabupaten /kota di Sumatera
  • Pendidikan kesehatan reproduksi perempuan lewat sosialisasi PP 61/2014 dan SPM Kesehatan (Permenkes 43/2016) untuk kelompok perempuan, tokoh adat, tokoh agama dan pemerintah daerah.
  • Penelitian untuk mengetahui penyebab kehamilan tidak diinginkan (KTD) di 8, yaitu kegagalan kontrasepsi, kemiskinan, pengaruh media, perkawinan dini, pandangan negatif masyarakat.
  • Sistem pencatatan kasus kekerasan seksual dan rujukan di Puskesmas Kota Bandar Lampung
  • Rumusan usulan perbaikan pengelolaan dan layanan JKN khususnya layanan untuk kesehatan reproduksi bagi perempuan dari survei multi-wave longitudinal (non-panel) bersama 15 organisasi lain.

Dashboard berikut menampilkan sejumlah data dan informasi penting pada area tematik ini



Mitra Kami pada area tematik ini