Area Tematik Program Kami

Akses Kepada Perlindungan Sosial

Mengapa isu ini penting

Perlindungan sosial dapat membantu menangani kemiskinan, dengan menghilangkan ketidaksetaraan dan membangun ketahanan rumah tangga dalam menghadapi hal tak terduga, terutama dalam hal kesehatan. Perlindungan sosial dapat memperbaiki angka kesehatan gizi, tingkat pendidikan dan angka partisipasi kerja, memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Program perlindungan sosial berkontribusi pada 14 dari 17 Sustainable Developments Goals (SDG). Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan sistem perlindungan sosial yang komprehensif, lewat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimulai di tahun 2014 dan ditargetkan mencapai 100% jangkauan di tahun 2019.

Namun, banyak perempuan miskin, seperti mereka yang bekerja di sektor informal, perempuan kepala keluarga dan mereka yang tinggal di daerah terpencil yang masih tidak dapat mengakses program tersebut terutama layanan kesehatan reproduksi. Mereka memiliki pengetahuan yang rendah terhadap persyaratan program, layanan yang diberikan, atau tidak masuk dalam daftar penerima manfaat karena tidak memiliki dokumen identitas.

Pendekatan kami

MAMPU mendukung tiga mitra untuk meningkatkan akses perempuan terhadap program-program perlindungan sosial Pemerintah Indonesia khususnya JKN untuk warga miskin (JKN-PBI). KAPAL Perempuan, PEKKA dan KPI membangun kepemimpinan perempuan dan memberdayakan agar mampu beradvokasi pada pengambil keputusan untuk meningkatkan akses perempuan terhadap program perlindungan sosial.

Mitra MAMPU memberdayakan perempuan miskin untuk meningkatkan pengaruh mereka dalam pengambilan keputusan. Mereka menggerakkan komunitas dengan peningkatan kesadaran lewat sosialisasi program perlindungan sosial, menangani aduan, serta melakukan pengawasan dan advokasi untuk memperbaiki kualitas data rumah tangga miskin dalam skala sub-nasional. Lewat MAMPU, mereka telah memperluas jaringan ke segala tingkat, mulai dari desa hingga pemerintah dan parlemen.

MAMPU juga memberikan mitra ruangan untuk mencoba model dan strategi baru untuk meningkatkan akses terhadap layanan dan meningkatkan peranan perempuan dalam perencanaan pembangunan di skala lokal untuk memastikan kebijakan dan anggaran memperhatikan aspirasi mereka.

  • KLIK PEKKA, model inisiatif PEKKA mendukung layanan informasi dan konsultasi untuk program perlindungan sosial pemerintah dan dokumen legal.
  • Sekolah Perempuan, inisiatif dari KAPAL Perempuan ini mengorganisasi perempuan, mengajarkan mereka tentang hak-hak perempuan serta membentuk pemimpin perempuan yang aktif terlibat dalam proses pembuatan keputusan di ranah pribadi dan publik.
  • PIPA-JKN inisiatif dari KPI, mengorganisasi kelompok perempuan (Balai Perempuan) dan membentuk pemimpin perempuan yang memonitor akses perempuan ke JKN dengan menampung keluhan masyarakat.

Dashboard berikut menampilkan sejumlah data dan informasi penting pada area tematik ini



Mitra Kami pada area tematik ini

Cerita Perubahan

Pengalaman Ikuti Tes IVA Kanker Serviks dari ‘Aisyiyah

Berlatih Jadi Pemimpin Perempuan di PEKKA Kalimantan Barat

Paham Kesehatan Reproduksi lewat Balai Sakinah ‘Aisyiyah

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Bantaeng : Aktif Pastikan Kesehatan Reproduksi jadi Prioritas di Musrenbang

Mantan Buruh Migran Suarakan Isu di Desa lewat Foto

Berbagi Keterampilan Menjahit Bersama Yayasan Satu Karsa Karya di Kupang, NTT

Kisah Sri Mujiati Perjuangkan Penyandang Difabel Korban Kekerasan Seksual

Bidan Desa Teladan Kampanyekan Tes IVA dan ASI Eksklusif di Bedingin, Jawa Timur Bersama Balai Sakinah ‘Aisyiyah

LBH APIK Berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara untuk Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

Mama-mama Belu Aktif Berbagi Informasi Pelayanan Dasar di Kelompok Konstituen NTT

BaKTI Tingkatkan Kesadaran akan Kekerasan Perempuan dan Anak lewat Diskusi Kampung di Atambua

Belajar Praktik Cerdas dari Perempuan Miskin NTT dalam Atasi Masalah Desa