Kegiatan

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Meluncurkan Gerakan Kepemimpinan Perempuan untuk Mewujudkan SDGs yang Responsif Gender

27 September 2018
Penulis: dhina

Semangat “Tak Seorang pun Ditinggalkan” (Leave No One Behind), pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) turut mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan. Semangat itu terwujud di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam Peluncuran Gerakan Kepemimpinan Perempuan untuk Mewujudkan SDGs yang Responsif Gender, Inklusif, dan Transformatif oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise, Rabu, 25 Juli 2018.

Berangkat dari keberhasilan serangkaian konsultasi daerah di NTB, digerakaan oleh KAPAL Perempuan, acara ini meneguhkan komitmen terhadap kerja sama yang saat ini berlangsung dalam mencapai SDGs melalui Deklarasi Multipihak. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, Bappeda NTB, akademisi, media massa dan organisasi masyarakat sipil. Perempuan akase rumput Mitra MAMPU pun menyampaikan langsung pertanyaan dan menyuarakan pentingnya meningkatkan akses terhadap layanan, perlindungan sosial, serta penghapusan perkawinan anak kepada Menteri Yambise lewat dialog terbuka.

Program MAMPU mendukung kepemimpinan perempuan di Provinsi NTB bersama para mitranya: Institut KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), ‘Aisyiyah, Migrant CARE, dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), beserta sejumlah submitra, termasuk LPSDM.