Kegiatan

 

Aplikasi Ponsel Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Kalangan Anak Muda

23 Juli 2018
Penulis: admin

Salah satu mitra Hibah Inovasi MAMPU, OnTrackMedia Indonesia (OTMI) sedang bersiap untuk meluncurkan aplikasi baru untuk ponsel tahun depan. Aplikasi ini bertujuan membantu anak muda memahami isu-isu kesehatan seksual dan reproduktif dengan cara yang menyenangkan.

Aplikasi ini adalah hasil dari proyek setahun yang dilakukan lembaga tersebut untuk mengatasi maraknya isu kesehatan seksual dan reproduksi di kalangan anak muda di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Survei awal (baseline) yang dilakukan OTMI tahun 2014 menemukan, terdapat banyak praktik seksual tidak aman di kalangan pelajar SMP berusia 13-14 tahun. Penelitian tersebut  juga memperlihatkan bahwa anak muda tidak mempertimbangkan orang tua dan guru sebagai sumber informasi utama dan terpercaya mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. Anak mendapatkan informasi tersebut dari sumber-sumber yang kurang dapat diandalkan seperti teman seusia, media massa dan internet. Survei tersebut menyimpulkan bahwa perilaku seksual tidak aman yang dilakukan anak-anak tersebut disebabkan kepercayaan mereka terhadap informasi kesehatan seksual dan reproduksi yang tidak akurat dan dipenuhi berbagai mitos. 

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan intervensi untuk meningkatkan kesadaran anak muda terkait topik ini melalui lembaga-lembaga lokal dan LSM. Namun, ada berbagai keterbatasan dalam intervensi tersebut, terkait luas jangkauan audiens, konten dan jenis produk komunikasi serta proses evaluasi program. Sulit menentukan keberhasilan kampanye sebelumnya dan pembelajaran yang sudah didapat.

Dengan informasi tersebut, OTMI menciptakan enam purwarupa intervensi terpadu yang dapat membantu mengatasi maraknya isu kesehatan seksual dan reproduksi pada anak usia sekolah. Salah satunya adalah aplikasi gratis untuk ponsel ini yang ditujukan untuk ‘sosialisasi isu kesehatan seksual dan reproduktif melalui aplikasi ponsel’. Aplikasi ini menyasar pelajar, guru dan orang tua, untuk membangun kapasitas, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan seksual dan reproduktif, serta memperbaiki kualitas hubungan antara target pengguna.

Keputusan untuk menggunakan teknologi internet dan ponsel untuk mendidik anak muda didasarkan pada penelitian pasar. Temuan survei OTMI menunjukkan bahwa para pelajar di kabupaten mendapatkan sebagian besar informasi dari ponsel mereka. Lebih dari 80 persen pelajar yang disurvei memiliki ponsel dan 50 persen dari mereka menggunakan ponsel untuk mengakses situs porno.

Berdasarkan temuan tersebut, OTMI berharap penggunaan aplikasi ponsel untuk belajar kesehatan seksual dan reproduksi dapat menjadi alat peningkatan kesadaran yang inovatif. Meskipun isu ini masih dipandang tabu di Indonesia, aplikasi ini diharapkan menjadikan proses pembelajaran isu tersebut menjadi menyenangkan dan ramah.

Untuk membantu merancang aplikasi ponsel tersebut, OTMI bekerjasama dengan User Experience Indonesia (UXID), sebuah komunitas user experience yang terdiri dari para penggemar berlatarbelakang disain, pemasaran, bisnis dan teknologi.

Pada 23 Mei 2015, OTMI mengadakan Hackaton – sebuah lokakarya konsep dan disain dengan sekelompok penggemar ahli UXID. Aturannya sederhana. Masing-masing dari keempat kelompok yang ada diminta menilai tiga konsep aplikasi ponsel, kemudian memilih dan menyempurnakan satu yang dianggap paling efektif untuk dapat meningkatkan kesadaran anak muda dan masyarakat tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Seluruh konsep tiga aplikasi tersebut didasarkan pada hasil survei OTMI.

Pemenangnya adalah ‘Cinta Beta’. Aplikasi ini berisi kuis, konsultasi dengan para ahli, permainan dan telepon/chatting darurat SOS tentang informasi kesehatan seksual dan reproduksi. Kuis Mitos/Fakta meminta pengguna untuk memutuskan, mana pernyataan kesehatan seksual dan reproduksi yang bersifat mitos atau fakta. Pengguna dapat memainkan kuis tersebut sendiri maupun berkompetisi dengan teman.

Bagian konsultasi memberikan kesempatan kepada pengguna untuk berinteraksi langsung dengan para ahli kesehatan seksual dan reproduksi. Mereka pun bisa mendapatkan bantuan atau saran melalui fitur SOS. Bagian permainan memungkinkan pengguna untuk ‘bermain’ dan ‘belajar’ di saat bersamaan tentang isu tersebut.

Penyempurnaan dari ‘Cinta Beta’ dilakukan di awal 2015 dalam dua tahap. Kelompok UXID memperkenalkan aplikasi yang sudah disempurnakan kepada OTMI, yang diikuti dengan sesi tanya jawab tentang konten dan fitur teknis purwarupa tersebut. Purwarupa tersebut kemudian diuji kepada pengguna dan dinilai oleh sejumlah siswa SMP dan SMU.

Berdasarkan presentasi dan wawancara pengguna, OTMI menemukan bahwa ‘Cinta Beta’ adalah purwarupa aplikasi yang paling tepat untuk dikembangkan, dan memilihnya sebagai konsep dasar aplikasi ponsel tentang kesehatan seksual dan reproduksi. 

Saat ini versi beta aplikasi ponsel ‘Cinta Beta’ sedang diujicoba dan disempurnakan sebelum nantinya diperkenalkan kepada pengguna OTMI di Kupang, serta masyarakat luas di masa mendatang.