Anda di sini

Program MAMPU

LATAR BELAKANG

Indonesia berkembang dengan pesat dalam beberapa dekade terakhir, namun masih menghadapi tantangan yang besar dalam mengatasi kemiskinan dan menciptakan kesempatan ekonomi untuk masyarakat miskin, maupun melayani mereka yang tertinggal. Kaum perempuan secara proporsional lebih rentan dan miskin, tapi sering tidak terjangkau oleh program dan layanan publik. 

Menyikapi kondisi yang memprihatinkan ini, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Pemerintah Australia yang diwakili oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) meluncurkan kerjasama dalam upaya pengentasan kemiskinan, yang dinamakan "Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan" atau MAMPU. Program yang diluncurkan pada tahun 2012 dan diresmikan oleh perwakilan kedua pemerintahan ini, memusatkan fokus intervensi pada perempuan miskin dan organisasi-organisasi perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan miskin.

TUJUAN

MAMPU berusaha untuk meningkatkan jangkauan pelayanan publik dan penghidupan bagi perempuan miskin di wilayah-wilayah terpilih di Indonesia.

Pada khususnya, telah diidentifikasi lima bidang tematik strategis yang mengarahkan advokasi kebijakan dan intervensi:

  1. Meningkatkan akses perempuan terhadap program-program perlindungan sosial pemerintah.
  2. Meningkatkan akses perempuan pada pekerjaan serta menghilangkan diskriminasi di tempat kerja.
  3. Memperbaiki kondisi untuk migrasi tenaga kerja perempuan ke luar negeri.
  4. Memperkuat kepemimpinan perempuan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi.
  5. Memperkuat kepemimpinan perempuan dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan.

PENDEKATAN

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, MAMPU berusaha untuk memperkuat kepemimpinan, pengorganisasian dan perwakilan politik perempuan agar mereka dapat mempengaruhi kebijakan, peraturan dan layanan pemerintah agar dapat memenuhi kebutuhan perempuan miskin. Dalam melakukan hal ini, pelaksanaan program MAMPU berfokus pada dua pendekatan, yaitu:

Penguatan Kelembagaan

MAMPU mendukung para organisasi perempuan dan organisasi yang tertarik pada isu gender dengan memperkuat fungsi internal, kinerja, dan keberlanjutan mereka sehingga lebih mampu melayani konstituennya. Organisasi-organisasi mitra terpilih dan jaringannya akan difasilitasi dalam memperluas ruang lingkup kerja dan meningkatkan efektivitas kegiatan. Dengan demikian, mereka dapat memperbesar peluang ekonomi dan akses perempuan miskin terhadap program pemerintah serta memberi kontribusi yang lebih tinggi pada reformasi kebijakan, undang-undang maupun sistem layanan publik di tingkat nasional ataupun daerah.

 • Penguatan Parlemen

MAMPU juga memberikan berbagai dukungan bagi kaukus parlemen perempuan, kaukus parlemen dan komisi yang terkait isu MAMPU, agar anggota DPR/ DPRD perempuan maupun laki-laki yang memiliki komitmen dan keberpihakan terhadap isu kemiskinan dan gender agar dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif. Dukungan juga diberikan agar mereka dapat berjejaring dan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan lainnya (seperti sektor swasta, pemerintah, masyarakat sipil, serta lembaga-lembaga mitra MAMPU), sehingga dapat mendorong reformasi kebijakan terkait lima bidang strategis yang diprioritaskan oleh MAMPU. 

PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN PROGRAM

MAMPU dilaksanakan berdasarkan berbagai prinsip:

  1. Bertujuan untuk melakukan perubahan yang meluas.
  2. Menerapkan pendekatan multi-stakeholder.
  3. Menjembatani kesenjangan di tingkat nasional dan lokal.
  4. Didukung dengan bukti/ data.
  5. Keberlanjutan.
  6. Akuntabilitas.
  7. Membangun atas dasar kekuatan organisasi mitra.

     HASIL YANG DIHARAPKAN

Keberhasilan MAMPU akan dinilai dengan mengukur sejauh mana program ini dapat memperluas akses layanan publik dan membawa perbaikan penghidupan dan kesejahteraan bagi perempuan miskin di Indonesia. Diperkirakan bahwa setelah berlangsung selama delapan tahun dengan berdampak pada kebijakan, peraturan, dan sistem layanan publik, program ini akan memberi kontribusi positif bagi lebih dari tiga juta perempuan miskin di Indonesia.

MITRA DAN CAKUPAN WILAYAH

Program MAMPU dilaksanakan langsung oleh mitra-mitra MAMPU yang terdiri dari konsorsium atau individu organisasi perempuan dan organisasi yang tertarik pada isu gender beserta jaringannya atau mitra-mitranya di wilayah kerja program. Mitra utama MAMPU saat ini adalah Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Institut KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Migrant CARE, ‘Aisyiyah, PERMAMPU (konsorsium 8 LSM di Sumatera), Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), KOMNAS Perempuan dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI).

Masing-masing organisasi yang terlibat dalam Program MAMPU bekerja berdasarkan kekuatan yang dimiliki yang disadari dapat meningkatkan efektivitas, mempercepat dan memperbesar pencapaian hasil-hasil yang menjadi tujuan dari Program MAMPU.

Wilayah kerja MAMPU meliputi 26 provinsi, 175 kabupaten/ kotamadya, dan setidaknya lebih dari 602 kecamatan yang menjangkau lebih dari 1.625 desa*, di mana setiap mitra bekerjasama secara langsung dengan perempuan dan pihak yang terkait di desa-desa di wilayah kerja tersebut.

Pada tahap berikutnya, diharapkan akan lebih banyak organisasi yang bergabung dengan Program MAMPU dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

 

*Data per Juli 2016

 

Australian Aid - Managed by Cowater International Inc. on behalf of The Australian Government | Term of Use | Disclaimer
Top