Anda di sini

Program MAMPU

Perempuan Indonesia masih menjadi golongan yang lebih rentan terhadap kemiskinan, tertinggal dalam berpartisipasi di dunia kerja, mengakses layanan dasar dan berbagai indikator kesejahteraan. Ketidaksetaraan gender masih terus berlangsung, dengan didasari oleh norma-norma sosial dan diperkuat oleh berbagai institusi.

 

APA PERUBAHAN YANG INGIN DICAPAI MAMPU DAN CARA YANG DIGUNAKAN?

MAMPU bertujuan untuk meningkatkan akses perempuan miskin di Indonesia terhadap layanan penting dan program pemerintah lainnya dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Melalui MAMPU, organisasi masyarakat sipil (OMS) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, parlemen dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di tingkat pusat dan daerah untuk menyempurnakan kebijakan,peraturan dan akses terhadap layanan pemerintah yang berdampak pada perempuan miskin dalam lima area tematik berikut: Indonesia, khususnya skema jaminan kesehatan nasional

  1.  Meningkatkan akses terhadap Program perlindungan sosial Pemerintah Indonesia, khususnya skema jaminan kesehatan nasional
  2. Perlindungan di tempat kerja, khususnya jaminan kesehatan bagi perempuan pekerja rumahan
  3. Layanan yang meningkatkan kondisi buruh perempuan untuk migrasi ke luar negeri
  4. Layanan yang menangani kebutuhan kesehatan reproduksi dan gizi perempuan
  5. Layanan konseling dan dukungan yang menangani kebutuhan perempuan korban dan penyintas kekerasan.

 

Kenali para Mitra MAMPU lebih lanjut di sini.​

 

PENDEKATAN YANG DILAKUKAN MAMPU

Rancangan dan pendekatan MAMPU berdasarkan pada pemahaman bahwa jejaring OMS terpilih – para Mitra MAMPU – dapat berperan penting dalam mendorong perubahan di pemerintahan yang akan berdampak baik bagi para perempuan miskin. Dengan berlanjutnya dukungan dari MAMPU, organisasi-organisasi ini dapat bekerja secara kolektif dan seiring sejalan bersama dengan pemerintahan, parlemen, dan sektor swasta untuk mencapai tujuan-tujuan MAMPU. Secara kritis, agenda ini dibangun dengan bekerja bersama perempuan di tingkat akar rumput di seluruh Indonesia,mendukung mereka agar dapat berpengaruh positif dalam menghadapi permasalahan di tingkat lokal.

MAMPU memberikan dukungan langsung pada OMS dan para sub-mitra mereka untuk menjangkau perempuan termarjinalkan. Gerakan perempuan di Indonesia memiliki rekam jejak dalam mendorong perubahan dan pendekatan MAMPU memberi ruang untuk merespon kebutuhan para penerima manfaat mereka, sambil mengambil tindakan strategis untuk memengaruhi perubahan di tingkat nasional.

Pendekatan MAMPU berpedoman pada prinsip-prinsip kunci berikut ini:

Pada akhirnya, keberhasilan MAMPU akan dinilai dari sejauh mana program ini telah meningkatkan akses perempuan miskin terhadap layanan dan program masyarakat. Yang tak kalah penting adalah sejauh mana perubahan ini telah dipengaruhi oleh suara para perempuan miskin.

 

APA YANG TELAH DICAPAI PARA MITRA MAMPU?

Sejak dimulai pada tahun 2013, OMS yang bekerja melalui MAMPU telah mencapai 936 desa di 145 kota/kabupaten dan 27 provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, para OMS Mitra MAMPU telah membentuk 2.200 kelompok perempuan lokal, dengan 52.000 perempuan (dan 2.300 laki-laki) sebagai anggota. Penelitian kualitif terbaru terhadap 8 kelompok perempuan MAMPU menunjukkan bagaimana keanggotaan dalam kelompok-kelompok ini membangun kepercayaan diri, keahlian dan mendukung perempuan untuk memiliki pengaruh di konteks permasalahan lokal.

Melalui MAMPU, OMS terlibat lebih banyak dengan para pengambil kebijakan, dan melakukannya dengan 'suara dan pengaruh yang lebih besar'. Pemerintah menunjukkan ketertarikan terhadap model-model yang telah dikembangkan OMS untuk meningkatkan akses perempuan terhadap layanan-layanan pemerintah. Antara Mei 2016 hingga Maret 2017, 12 keputusan kebijakan pemerintah yang signifikan diambil dengan memerhitungkan masukan dari para Mitra MAMPU. Kebijakan-kebijakan ini menyentuh empat dari lima area tematik MAMPU, dan memiliki potensi signifikan untuk menguntungkan 720.000 perempuan pada tahun 2020 melalui perbaikan akses terhadap layanan*.

Contohnya, di Jawa Tengah, sebuah nota kesepahaman (MoU) tentang implementasi gabungan untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan telah ditandatangani. Sebagai hasil dari pendanaan Pemerintah untuk pengembangan di tingkat subnasional, Sekolah Perempuan yang diinisiasi KAPAL Perempuan telah direplikasi di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Pada 31 Mei 2017, 8 Kementerian menandatangani MoU gabungan untuk memulai percobaan program pemerintah yaitu DESMIGRATIF (Desa Buruh Migran Produktif), yang didasarkan pada keberhasilan model DESBUMI dari Migrant CARE, untuk melayani perempuan buruh migran sebelum, saat, dan setelah mereka kembali.

*Perkiraan dihitung berdasarkan sumber data dari Pemerintah dan Bank Dunia

(Data per Juni 2017, dari MANIS, sumber data internal MAMPU)

Australian Aid - Managed by Cowater International Inc. on behalf of The Australian Government | Term of Use | Disclaimer
Top