Anda di sini

PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga)

PROFIL

Bermula dari rencana Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (KOMNAS Perempuan) yang ingin mendokumentasikan kehidupan para janda di wilayah konflik dan keinginan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) merespon permintaan para janda korban konflik di Aceh  untuk memperoleh akses sumber daya agar dapat mengatasi persoalan ekonomi dan trauma mereka, digagaslah pendirian PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) pada akhir tahun 2000.

Melalui proses refleksi dan diskusi intensif dengan berbagai pihak, kedua gagasan tersebut kemudian dilebur ke dalam sebuah upaya pemberdayaan yang lebih komprehensif. Untuk itu ide yang awalnya akan menggunakan nama “Widows Project” atau “Proyek untuk Janda” diubah tema dan judulnya menjadi lebih provokatif dan ideologis, yaitu dengan menempatkan janda lebih pada kedudukan, peran, dan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu pula membuat perubahan sosial dengan mengangkat martabat janda dalam masyarakat yang selama ini terlanjur memiliki stereotip negatif. Oleh karena itu, programnya kemudian diusulkan menjadi Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga atau disingkat  Program PEKKA yang disepakati oleh semua pihak. Kata PEKKA juga dipergunakan untuk menyingkat Perempuan Kepala Keluarga.

Mengapa PEKKA Didirikan

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Indonesia 2007 dari BPS menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang dikepalai perempuan mencapai 13,60% perempuan atau sekitar enam juta rumah tangga yang mencakup lebih dari 30 juta penduduk.  Jika dibandingkan data 2001, ketika PEKKA pertama digagas, yang jumlahnya kurang dari 13 persen, maka data 2007 tersebut menunjukkan kecenderungan peningkatan rumah tangga yang dikepalai perempuan rata-rata 0,1 persen per tahun.

Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, dalam kehidupan sosial politik dan kemasyarakatan di Indonesia, kepala keluarga adalah suami atau laki-laki.  Selain itu, nilai sosial budaya umumnya juga masih menempatkan perempuan dalam posisi sub-ordinat. Oleh karena itu, keberadaan perempuan sebagai kepala keluarga tidak sepenuhnya diakui, baik dalam sistem hukum yang berlaku maupun dalam kehidupan sosial masyarakat. Akibatnya, perempuan kepala keluarga menghadapi diskriminasi hak dalam kehidupan sosial politiknya.

Rumah tangga yang dikepalai perempuan umumnya miskin dan merupakan kelompok termiskin dalam strata sosial ekonomi di Indonesia.  Hal ini sangat terkait dengan kualitas sumber daya perempuan kepala keluarga (PEKKA) yang rendah. Data Dasar Sekretariat Nasional PEKKA di 8 provinsi menunjukkan bahwa  perempuan kepala keluarga umumnya berusia antara 20–60 tahun, lebih dari 38,8 persen buta huruf dan tidak pernah duduk di bangku sekolah dasar sekalipun. Mereka menghidupi antara 1-6 orang tanggungan, bekerja sebagai buruh tani dan sektor informal dengan pendapatan rata-rata kurang dari Rp 10 ribu per hari. Sebagian dari mereka mengalami trauma karena tindak kekerasan dalam rumah tangga maupun negara.

Visi dan Misi PEKKA

PEKKA mempunyai visi untuk pemberdayaan perempuan kepala keluarga dalam rangka ikut berkontribusi membangun tatanan masyarakat yang sejahtera, adil gender, dan bermartabat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PEKKA mengemban misi untuk:

  1. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan perempuan kepala keluarga
  2. Membuka akses perempuan kepala keluarga terhadap berbagai sumberdaya
  3. Membangun kesadaran kritis perempuan kepala keluarga, baik terhadap kesetaraan peran, posisi, dan status mereka, maupun terhadap kehidupan sosial politiknya
  4. Meningkatkan partisipasi perempuan kepala keluarga dalam berbagai proses kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya
  5. Meningkatkan kontrol perempuan terhadap proses pengambilan keputusan mulai di tingkat rumah tangga hingga negara.

Strategi PEKKA

PEKKA mengembangkan strategi Empat Pilar Pemberdayaan PEKKA:

  1. Membangun Visi (Visioning); pada dasarnya membangun kesadaran kritis PEKKA terhadap hak sebagai manusia, perempuan dan warga negara, menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki kehidupan, dan pada akhirnya memfasilitasi mereka untuk membangun visi dan misi kehidupan.  Visioning menjadi landasan utama PEKKA untuk bergerak selanjutnya. 
  2. Peningkatan kemampuan (Capacity Building); meningkatkan kapasitas PEKKA untuk mengatasi berbagai persoalan kehidupan melalui pendampingan intensif, berbagai pelatihan dan lokakarya terkait dengan membangun kepercayaan diri, meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial.  Melatih dan mengembangkan pemimpin dan fasilitator masyarakat dari kalangan PEKKA.
  3. Pengembangan Organisasi dan Jaringan; melalui penumbuhan,  pengembangan dan penguatan kelompok berbasis masyarakat yang diberi nama kelompok perempuan kepala keluarga (Kelompok PEKKA) di seluruh wilayah program. Kelompok-kelompok ini kemudian difasilitasi untuk mengembangkan organisasinya menjadi Serikat PEKKA yang mandiri dan berjaringan mulai dari tingkat kecamatan hingga  nasional, serta berjaringan dengan lembaga lain yang dapat mendukung kerja-kerja mereka.  
  4. Advokasi untuk Perubahan. Fokus pada akses terhadap informasi, sumberdaya kehidupan dan pengambilan keputusan, akses terhadap keadilan hukum.  Perubahan tata nilai negatif terhadap perempuan dan perempuan kepala keluarga melalui kampanye dan pendidikan pada masyarakat luas.

Wilayah Garapan PEKKA

PEKKA membantu para perempuan miskin dalam peran dan tanggung jawab mereka sebagai pencari nafkah, pengelola rumah tangga, dan pengambil keputusan dalam keluarga, ini mencakup:

  1. Janda cerai/mati
  2. Perempuan lajang atau tidak menikah
  3. Istri dengan pasangan hidup cacat tetap
  4. Perempuan menikah dengan status tidak jelas setelah ditelantarkan suaminya
  5. Perempuan miskin pencari nafkah

Tema Kegiatan PEKKA

Pemberdayaan Ekonomi

Pengembangan sumber daya keuangan melalui kegiatan simpan pinjam dengan sistem koperasi dalam kelembagaan Lembaga Keuangan Mikro kelembagaan Berbasis Komunitas (LKM-Siskom). Meningkatkan sumber pendapatan keluarga PEKKA melalui pengembangan usaha individu dan usaha patungan.

Program Pendidikan Seumur Hidup

Kegiatan belajar: literasi (baca-tulis), berhitung dan akses ke program kesetaraan pendidikan formal. Akses terhadap pendidikan berkualitas yang terjangkau, termasuk akses ke beasiswa bagi anak-anak PEKKA yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan. Pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan organisasi Kelas Belajar bagi anak-anak PEKKA.

Pemberdayaan Hukum

Penyadaran tentang hak dan perlindungan hukum bagi PEKKA, mengembangkan kader hukum dan paralegal dari kalangan komunitas PEKKA yang mampu mendampingi akses keadilan bagi komunitas miskin, konsultasi dan pelayanan persoalan hukum keluarga, memfasilitasi forum pihak terkait dan penyuluhan reformasi hukum dan proses hukum yang adil gender.

Pemberdayaan Politik

Meningkatkan kesadaran kritis terhadap hak-hak politik PEKKA, mendidik menjadi pemilih kritis, meningkatkan kapasitas masyarakat PEKKA untuk dapat terlibat dan mengawasi proses pengambilan keputusan pada berbagai tingkat dan terlibat dalam proses politik di berbagai tingkatan.

Media Komunitas

Kegiatan dengan tema-tema khusus dan sistem pendukungnya untuk semua kegiatan PEKKA dengan fokus pada penyebaran informasi dan pendidikan.

PROGRAM

Dalam program MAMPU, PEKKA berfokus pada tema isu pertama, yaitu "Meningkatkan Akses Perempuan terhadap Program Perlindungan Sosial Pemerintah, dengan program "Pengorganisasian Masyarakat untuk Ketahanan dan Perlindungan Sosial".

Pada tahun pertama program ini (2013), PEKKA bekerja di tujuh provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Tenggara, mencapai 36 kabupaten/kota, di mana program ini langsung dilaksanakan oleh Sekretariat Wilayah PEKKA di tingkat kabupaten.

Untuk tahap berikutnya, direncanakan untuk memperluas wilayah cakupan program dan jaringan dengan mitra pelaksana lebih lokal.

 

Jl.Pangkalan Jati V No.3
RT 011/05
Kel.Cipinang Melayu
Kec.Makasar
Jakarta Timur, Jakarta
13620 Indonesia

Phone: 
+62 21 860 9325
 +62 21 862 8706

Fax:
+62 21 862 8706
Website: 
pekka.or.id
Email: 
seknas@pekka.or.id

 

Tags Program 1, PEKKA
Australian Aid - Managed by Cowater International Inc. on behalf of The Australian Government | Term of Use | Disclaimer
Top