Anda di sini

Institut KAPAL Perempuan

PROFIL

Institut KAPAL Perempuan didirikan pada 8 Maret 2000 dan dimaksudkan untuk membangun gerakan perempuan dan gerakan sosial yang mampu mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan dan keadilan gender serta perdamaian di ranah publik dan privat. KAPAL Perempuan merupakan kependekan dari Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan. Disingkat KAPAL karena disadari bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan kapal merupakan media transportasi yang menghubungkan antarpulau yang ada di seluruh Nusantara. Penggunaan kata lingkaran mengandung semangat tidak ada pusat dan menggambarkan siklus aksi refleksi.

Institut KAPAL Perempuan didirikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi konflik dan kekerasan akibat politik identitas berbasis suku dan agama yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Demikian juga keprihatinan atas pelanggaran hak-hak asasi perempuan termasuk seksualitas dan kesehatan reproduksi perempuan serta praktek diskriminasi terhadap kelompok marginal dan minoritas.

Visi

Agar tercipta masyarakat sipil, khususnya gerakan perempuan yang kuat sehinga dapat mempercepat terbentuknya masyarakat yang memiliki daya pikir kritis dan solidaritas, berkeadilan gender, pluralis, transparan dan anti kekerasan.

Misi

  1. Mengembangkan pendidikan kritis feminis dengan berbagai isu strategis yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya aktivis gerakan perempuan dan sosial serta pemimpin-pemimpin perempuan marginal.
  2. Memperkuat evidence based advocacy (advokasi berbasis bukti) yang berperspektif keadilan gender dan pluralisme untuk berbagai kebijakan di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional.
  3. Mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan (knowledge development and knowledge sharing) melalui penelitian, dokumentasi dan publikasi yang berkaitan dengan isu gender dan pluralisme.
  4. Melakukan kerja sama dengan pihak-pihak lain yang sesuai dengan visi misi serta resolusi-resolusi Institut KAPAL Perempuan.
  5. Melakukan usaha-usaha lain yang  sesuai  dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Institut KAPAL Perempuan.         

Kegiatan Utama

Ada empat kegiatan utama Institut KAPAL Perempuan dan keempatnya saling memiliki keterkaitan dan saling mendukung. Emat kegiatan itu, yaitu:

  1. Knowledge Development  atau pengembangan pengetahuan.

Kegiatan ini difokuskan pada  kepemimpinan perempuan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah pengembangan konsep dan metodologi, diskusi-diskusi,  penelitian-penelitian, penyusunan dan publikasi modul/manual pendidikan, laporan hasil penelitian dan bacaan- bacaan kritis.

2. Penguatan  Kepemimpinan dan  Kapasitas  Perempuan. 

Kegiatan yang dilakukan adalah menyusun konsep dan metodologi pendidikan untuk perempuan, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, pengorganisasian dan mengembangkan alat pemantauan dan evaluasi berperspektif jender dan komunitas.

Sejak berdiri, Institut KAPAL Perempuan telah menyelenggarakan pelatihan untuk pemimpin perempuan di tingkat lokal di berbagai wilayah di Indonesia, perempuan miskin kota, perempuan pedesaan dan perempuan-perempuan yang berada di pulau terpencil, di wilayah konflik dan bencana serta buruh perempuan di sektor industri, pekerja rumah tangga migran dan  domestik. Pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan perempuan dan menggabungkan dengan berbagai isu, misalnya isu lingkungan, pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian (pluralisme), seksualitas, kemiskinan dan kesehatan reproduksi. Hingga saat ini, telah ada sekitar 1.500 orang yang terlibat dan berpartisipasi dalam pendidikan dan sekitar 250 fasilitator telah memfasilitasi kegiatan pendidikan di wilayahnya masing-masing. Itu semua hasil dari kegiatan pendidikan yang diselenggarakan Institut KAPAL Perempuan.

3. Advokasi Berbasis Data.

Ada empat isu utama dalam advokasi, yaitu hak perempuan, pendidikan, kebijakan pluralisme dan pelayanan publik. Tema-tema advokasi ini saling berkaitan satu dengan yang lain dengan fokus utamanya adalah hak-hak perempuan.

  • Advokasi hak perempuan difokuskan pada hak kesehatan reproduksi, hak pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas, bebas dari segala bentuk kekerasan, hak untuk berpartisipasi dan memimpin.
  • Advokasi pendidikan dan keaksaraan (kemampuan untuk baca, tulis, dan hitung) bagi perempuan, mendesak terwujudnya pendidikan untuk semua, pendidikan dasar gratis dan berkualitas, pendidikan keaksaraan (kemampuan untuk baca, tulis, dan hitung) bagi perempuan yang menggabungkan pendidikan kritis dan keahlian hidup. Advokasi ini dilakukan dengan bekerja sama jaringan yaitu E-Net for Justice dan untuk keaksaraan (kemampuan untuk baca, tulis, dan hitung) bagi perempuan dengan jaringan We Watch.
  • Advokasi kebijakan yang pluralis melalui  pengkritisan  terhadap peraturan perundang-undangan dan perda-perda (peraturan daerah) yang diskriminatif (berbeda) terhadap perempuan, kelompok minoritas dan marjinal. Kegiatan yang dilakukan adalah penerapan Kartu Penilaian Pluralisme di Bali, NTB, Kalteng dan Gorontalo, terlibat dalam aksi-aksi menentang tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama, etnis dan ideologi tertentu.
  • Advokasi melalui Audit Gender Berbasis Komunitas dan Gender Watch yang dilakukan di  NTB, NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan nasional. Advokasi ini dilakukan dengan membangun kepemimpinan perempuan melalui penguatan kelompok penerima manfaat program penanggulangan kemiskinan khususnya perempuan. Melalui kegiatan ini kelompok penerima manfaat dapat mengevaluasi dampak program- program penanggulangan kemiskinan.

4. Pengembangan Institusi dan Jaringan. 

Mengembangkan perpustakaan yang menyediakan literatur kritis dan dapat dijangkau oleh publik,  pendokumentasian melalui  Management Information System (MIS), publikasi, capacity building dan membangun manajemen organisasi yang terbuka (transparan), akuntabel dan menjawab kebutuhan perempuan yang bekerja yang merupakan kegiatan pengembangan institusi.  KAPAL juga terlibat dalam kegiatan jaringan yang relevan baik di tingkat lokal, regional dan internasional.   Di tingkat lokal, pengembangan jaringan dilakukan dengan memberikan dukungan pengembangan kapasitas organisasi dengan memfasilitasi strategic planning, pelatihan dan kursus pendokumentasian, keuangan, penulisan dan memperkuat perspektif keadilan jender.

PROGRAM

Institut KAPAL Perempuan memilih tema isu pertama yaitu Meningkatkan Akses Perempuan terhadap Program Perlindungan Sosial Pemerintah, dengan program “Pengembangan Gender Watch untuk Meningkatkan Partisipasi dan Kepemimpinan Perempuan Miskin dan Marjinal dalam Perencanaan dan Pemantauan Program-Program Perlindungan Sosial menuju Peningkatan Akses, Kesejahteraan, dan Hak-hak Asasi Perempuan di Wilayah Program”.

Pada tahun pertama program, KAPAL Perempuan bekerja di enam provinsi (9 kabupaten/ kota), antara lain: DKI Jakarta (Jakarta Selatan dan Jakarta Timur), Sumatera Barat (Kota Padang), Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur dan Lombok Utara), Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Kupang dan Kota Kupang), Sulawesi Selatan (Pangkajene Kepulauan), dan Jawa Timur (Gresik). 

KAPAL Perempuan juga bekerjasama dengan mitra di daerah yaitu; Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) di Jawa Timur; Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) di Nusa Tenggara Barat (NTB); Perempuan Bangkit Menentang Ketidaksetaraan dalam Masyarakat (Pambangkik Batang Tarandam) di Sumatera Barat; Yayasan Pelayanan dan Pengembangan Masyarakat ”Alfa Omega” (YAO)  di Nusa Tenggara Timur (NTT); dan Yayasan Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) di Sulawesi Selatan.

Pada tahun berikutnya, direncanakan adanya penambahan cakupan wilayah yang lebih luas dan mitra pelaksana di daerah. 

 

Jl. Kalibata Timur No.5. RT003/RW010
Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, 12750
 

Telp:
021 - 7988875
Fax:
021 - 79187971
Email:
office@kapalperempuan.org

Website:
www.kapalperempuan.org

Facebook:
Institut KAPAL Perempuan

Twitter:
@KAPAL_Perempuan

Tags Program 1, Institut Kapal Perempuan
Australian Aid - Managed by Cowater International Inc. on behalf of The Australian Government | Term of Use | Disclaimer
Top