Anda di sini

Sekolah Perempuan Lakukan Terobosan dalam Pemantauan Program JKN-PBI di Jatinegara Kaum, Jakarta Timur

  • Oleh Puji
  • / 20 Maret 2018

Ada yang berbeda dari hasil pemantauan program Jaminan Kesehatan Nasional-Penerima Bantuan Iuran (JKN-PBI) oleh Sekolah Perempuan, inisiatif yang digagas Institut KAPAL Perempuan. Bila biasanya pemantauan dilakukan oleh tenaga ahli seperti akademisi atau konsultan program, lain halnya di Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

“Pemantauan JKN-PBI ini istimewa karena dilakukan oleh kelompok sasaran program itu sendiri, yaitu penerima bantuan iuran JKN,” jelas Misiyah, Direktur Institut KAPAL Perempuan, dalam Konsultasi Publik Hasil Pemantauan JKN-PBI Kelurahan Jatinegara Kaum, Selasa (19/3) lalu. “Para penerima manfaat yang menginisiasi dan mengembangkannya adalah para anggota Institut KAPAL Perempuan dan Sekolah Perempuan,” tambahnya.

Bagi Misiyah, keterlibatan langsung para anggota Sekolah Perempuan merupakan hasil dari pembelajaran tentang hak-hak perempuan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk sekitarnya. Hal ini diamini oleh Musriyah, Ketua Sekolah Perempuan DKI Jakarta.

“Sebagai perempuan dan warga negara, kita harus kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, agar hak-hak kita dapat terpenuhi,” tegas Musriyah.

Dibuka oleh Lurah Jatinegara Kaum, Darsito, acara konsultasi publik dilanjutkan dengan pemaparan laporan hasil pemantauan oleh Khusnul Khotimah dari Institut KAPAL Perempuan. Ada empat aspek yang dibahas, yaitu aspek sosialisasi, kepesertaan, pelayanan, dan pelayanan kesehatan reproduksi.   

“82, 5 persen responden tidak mengetahui bahwa kartu JKN-PBI dapat digunakan untuk memeriksakan keluhan kesehatan reproduksi,” sesalnya. Ia pun mengingatkan pentingnya sosialisasi dan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dalam pelayanan preventif, dan memasukkan materi kesehatan reproduksi selain program Keluarga Berencana (KB).

Tak ketinggalan, perwakilan dari tim pemantau berbagi pengalaman mereka melakukan pemantauan JKN-PBI. Mereka dipersiapkan dengan pelatihan kepemimpinan, penguatan tim, dan pembekalan pemantauan JKN-PBI di Sekolah Perempuan. Saat terjun ke lapangan, banyak hal menantang yang mereka jumpai; mulai dari bolak-balik mendatangi responden hingga dikira sedang mendata calon penerima bantuan pemerintah.

Konsultasi Publik menjadi kesempatan berbagai elemen masyarakat maupun pemerintahan untuk mengutarakan aspirasi maupun tanggapan. Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Ombudsman Republik Indonesia, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Puskesmas Kelurahan Jatinegara Kaum, BPJS Kesehatan, dan BPJS Watch turut bersuara. Selanjutnya, Khusnul Khotimah dan Kurniawan dari Institut KAPAL Perempuan hadir sebagai penanggap.

Hasil Pemantauan JKN-PBI Kelurahan Jatinegara Kaum oleh anggota Sekolah Perempuan melahirkan sejumlah rekomendasi. Beberapa di antaranya adalah ketersediaan sarana pengaduan atas pelayanan JKN dan pengembangan model-model pemantauan komunitas untuk memperkuat data pemerintah.

Sekolah Perempuan merupakan sebuah inisiatif untuk memperkuat partisipasi dan kepemimpinan perempuan miskin demi mendorong perubahan. Program ini merupakan inisiatif Institut KAPAL Perempuan, mitra MAMPU untuk area tematik perlindungan sosial. Sekolah Perempuan dikembangkan di enam provinsi di Indonesia sesuai dengan konteks wilayahnya, seperti Sekolah Perempuan dan Kebencanaan di DKI Jakarta.

MAMPU is managed by CowaterSogema International on behalf of The Australian Government Term of Use | Disclaimer

Top