Foto

Sri Mulyati, Kartini asal Jatinegara Kaum

21 April 2018
Penulis: admin

1. Sri Mulyati - Aktifitas (a) 1. Sri Mulyati - Aktifitas (b) 3. Sri Mulyati - Profil
<
>

Tinggal di kawasan padat penduduk Jatinegara Kaum, Jakarta, Sri Mulyati atau Mul muncul sebagai pemimpin kelompok perempuan di wilayahnya. Seperti Kartini, Mul giat memperjuangkan hak-hak warga, khususnya perempuan miskin untuk mengakses program perlindungan sosial pemerintah.

Baru-baru ini, Mul dikukuhkan sebagai Ketua Bidang Advokasi Sekolah Perempuan DKI Jakarta. Sekolah Perempuan adalah kelompok perempuan informal bentukan Institut KAPAL Perempuan (Lingkaran Pendidikan Alternatif Untuk Perempuan), tempat perempuan belajar berbagai hal seperti kepemimpinan perempuan, public speaking, gender, isu-isu perempuan, serta cara berpikir kritis tentang isu-isu sosial. KAPAL Perempuan adalah sebuah organisasi perempuan yang didukung oleh Program MAMPU (Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan).

Bergabung dengan Sekolah Perempuan pada 2014, Mul mulai memahami bahwa perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam segala hal termasuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

“Awalnya saya takut sekali. Takut berbicara. Takut ditanya. Takut karena saya merasa tidak tahu apa-apa. Saya sembunyi duduk di belakang,” ungkap Mul sambil tertawa.

Setelah itu, ibu empat orang anak ini bertekad untuk belajar. Didukung oleh keluarganya, Mul rutin mengikuti kegiatan-kegiatan Sekolah Perempuan.

“Sejak mengikuti Sekolah Perempuan, saya jadi tahu banyak hal. Saya jadi bisa berpikir kritis melihat isu-isu yang ada di sekitar saya, apalagi tentang perempuan dan program-program pemerintah. Saya sekarang paham aturan yang berlaku dan proses mengakses program-program tersebut,” lanjut Mul.

Sehari-hari berjualan nasi kuning di depan rumahnya, Mul sekarang menjadi sumber informasi dan advokat bagi warga wilayahnya untuk program-program pemerintah. Ia pun dipercaya warga untuk menjadi wakil warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat rukun warga (RW) hingga provinsi.

“Saya berusaha selalu menyebarkan informasi akurat tentang program-program pemerintah. Jika ada yang berhak mendapatkan program tersebut tapi tidak mendapatkannya, saya siap membantu agar mereka mendapatkan hak mereka,” tukas Mul.

Berkat advokasi Mul bersama Sekolah Perempuan DKI Jakarta, warga miskin di Kecamatan Jatinegara Kaum, Bidara Cina, dan Rawajati mendapatkan program-program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia sesuai hak mereka.

Sebagai Ketua Bidang Advokasi Sekolah Perempuan DKI Jakarta, Mul pun terus bekerjasama dengan pemerintah untuk memantau program-program perlindungan sosial, agar pelayanan publik dapat berkembang lebih baik bagi masyarakat Jakarta.