Cerita

Pekerja Rumahan di Sumatera Utara Perjuangkan Hak dengan Bantuan SPR Sejahtera

Suryani, adalah salah satu pekerja rumahan di Sumatera Utara. Perempuan beranak satu ini sehari‐harinya membungkus sedotan untuk air mineral kemasan sebagai mata pencahariannya. Upahnya sangatlah kecil. Untuk 1 goni pipet dia harus bekerja selama 2 hari, dari jerih payahnya ini dia hanya mendapat Rp 8.000. Padahal dalam 1 hari, Ia menghabiskan sekitar 7 atau 8 jam bekerja.

Dengan sosok Suryani yang ramah dan selalu tersenyum, sulit membayangkan kesulitan hidupnya.  Sembari tersenyum, Suryani membenarkan bahwa pekerjaannya menyiksa karena upah yang Ia dapatkan tidak sesuai dengan waktu, tenaga dan bahkan materi yang dikeluarkan. “Uang yang kami dapatkan mungkin tidak sebanding dengan peralatan seperti lilin untuk membungkus plastik yang kami beli”, ungkapnya.

Kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik, memaksanya untuk mengerjakan pekerjaan rumahan dengan upah rendah. Bahkan dengan segala keterbatasan, Suryani merasa tetap bersyukur dapat membantu suaminya memenuhi kebutuhan sehari – hari.

“Ya, lumayanlah untuk nambah‐nambah beli beras,” ucap Suryani sembari tersenyum. Istri dari seorang guru honorer itu menambahkan lagi,”Bahkan, sampai sekarang kami masih numpang di di tempat mertua kakak”.

Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Suryani untuk mengejar ilmu. Sebagai anggota serikat pekerja rumahan yang didukung oleh MAMPU, Ia sering mengikuti pelatihan ketrampilan untuk meningkatkan kapabilitasnya sebagai tenaga kerja. Ia bercerita mengenai salah satu pengalamannya ikut pelatihan manajemen dan administrasi tahu 2015 di Medan bersama dengan Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Sumatera Utara. Dengan bersemangat, Ia menceritakan ketertarikannya pada sistem manajemen surat menyurat pada pelatihan tersebut.

“Pengalaman selama 3 hari ini sangat bermanfaat bagi saya dan Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Sejahtera. Sebagai pekerja rumahan, kami tetap harus menambah pengetahuan. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa kami pergunakan dengan baik,”ujar Suryani.

Suryani memahami bahwa meningkatkan kemampuan sebagai pekerja rumahan sangatlah penting. Dengan bantuan SPR Sejahtera, yang merupakan salah satu kelompok binaan Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI) mitra MAMPU, Ia berharap pekerja rumahan memiliki kekuatan kolektif dan terorganisir untuk mengembangkan diri serta mengangkat martabat keluarga mereka.

“Semoga SPR Sejahtera tetap hidup dan konsisten untuk mengorganisir seluruh pekerja rumahan dan tetap memperjuangkan kesejahteraan pekerja rumahan khususnya di Sumatera Utara. Kami juga mengharapkan bantuan pemerintah dalam memperjuangkan hak – hak kami,” ujar Suryani dengan penuh harap.

Menyadari pentingnya keterlibatan tiap individu dalam SPR Sejahtera, Suryani juga berharap pada periode kedepan, dia bisa menjadi pengurus SPR Sejahtera di tingkat cabang atau daerah. Dengan tersenyum, Suryani menambahkan, “Saya sangat ingin bergabung dengan SPR Sejahtera untuk memperjuangkan hak – hak kami. Bahkan, suami saya telah memberikan dukungan”.

Suryani berharap pekerja rumahan tidak diam terus didalam kebodohannya dan kondisi pekerjaan yang memprihatinkan. Pekerja Rumahan harus memperjuangkan kepentingan bersama.

“Ayo bangkit pekerja rumahan,” serunya bersemangat.

 

Ditulis oleh: Dewi Bernike Tampubolon