Cerita Perubahan

Pekerja Rumahan di Malang Berhasil Dapatkan Kenaikan Upah Setelah Bergabung dengan MWPRI

8 Mei 2018
Penulis: admin

Ibu Supriatin, begitu biasa dipanggil oleh teman dan tetangganya. Ia adalah salah satu perempuan Pekerja Rumahan yang ada di RW 04 Kelurahan Polehan, Blimbing, Malang. Meskipun tidak lulus SMA dan hanya bersekolah sampai kelas dua, namun Supriatin memiliki keinginan yang besar agar anak-anaknya bisa menyelesaikan sekolah sampai sarjana. Beliau mempunyai dua orang putra yang masih sekolah, yang pertama bernama Deva Alfianto duduk di bangku SMA dan yang kedua bernama Dava Ferdiansyah (8 tahun) kelas tiga SD.

Sebelum mengambil pekerjaan menjahit, Supriatin bekerja di salah satu swalayan yang berada di alun-alun Kota Malang, sedangkan suaminya bekerja di parkiran Stadion Kanjuruhan. Namun musibah kecelakaan menimpa suami Supriatin, sehingga akhirnya ia terpaksa menjual lokasi parkiran tempatnya bekerja untuk biaya berobat. Akan tetapi, hal ini tidak menjadikan suami Supriatin sembuh total seperti sediakala.

Supriatin saat ini harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan mengambil jahitan di Toko ALTARA. Dalam sebulan, ia bekerja selama 20 hari dan setiap harinya menyelesaikan 12 gamis yang dikerjakannya mulai pukul 13.00 sampai pukul 15.00. Setelah itu, ia melanjutkan pukul 18.00 hingga 21.00. Upah yang diterimanya sebesar Rp. 2.500 per potong. Jika Toko sedang sepi, Bu Supriatin menerima jahitan permak baju.

Ibu Supratin mulai bergabung dan mengikuti kegiatan Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI), yang didukung oleh Program MAMPU, pada bulan Oktober tahun lalu. Dengan dampingan fasilitator MWPRI, ia bersama Ibu-ibu yang lain membentuk kelompok yang diberi nama Kelompok Anggrek dan Supriatin diamanahkan sebagai sekretarisnya.

Saat ditanya kesan Supriatin saat mengikuti kegiatan tersebut, ia menyampaikan kegembiraannya karena dapat mengetahui hak-haknya sebagai pekerja.

Mantun angsal informasi niku kulo nyobak dateng juragan nyuwun kenaikan upah,Alhamdulillah dipun paringi masio namung gangsalatus rupiah per biji”*, ucap Bu Supriatin.

(*Setelah mendapat informasi tentang hak-hak sebagai pekerja, saya mencoba menemui juragan untuk meminta kenaikan upah, Alhamdulillah mendapat kenaikan upah meskipun hanya Rp 500 rupiah per biji).

Supriatin sangat merasakan manfaat dari program MWPRI – MAMPU, dimana beliau mendapatkan banyak ilmu baik berupa wawasan maupun keterampilan. Dengan kelompok Anggreknya, beliau berkeinginan maju dan mengubah kehidupannya.

Ditulis oleh: Erna Al Maghfiroh (Fasilitator Lapangan MWPRI)