Cerita Perubahan

MWPRI Bekali Pekerja Rumahan Desa Balearjosari agar Paham Hak dan Upah

Asriningtyas atau Tyas adalah seorang pekerja rumahan yang tinggal bersama suami dan ketiga anaknya di Desa Balearjosari, Malang, Jawa Timur.

Setiap hari, Tyas mengawali rutinitasnya dengan memasak dan menyiapkan anak – anaknya untuk berangkat sekolah. Setelahnya, ia langsung menjahit pesanan hingga malam. Di sela – sela kesibukannya menjahit, ia masih harus menjemput anak – anaknya dari sekolah dan melakukan pekerjaan rumah yang lain. Meski seringkali ia merasa sangat lelah, ia tetap melakoni pekerjaannya. Ia ingin anak – anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

Tyas telah menjalani profesi sebagai pekerja rumahan selama beberapa tahun. Sebagai pekerja rumahan, jenis pekerjaan dan upah yang diterimanya sangat bergantung pada kebutuhan pasar. Ia tidak memiliki pilihan. Himpitan ekonomi dan gaji suaminya yang kecil sebagai satpam memaksanya untuk terus mencari penghasilan tambahan.

Sebelum bergabung dengan Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI) yang merupakan mitra Program MAMPU, Tyas bekerja sebagai penjahit untuk sebuah pabrik konveksi di Balearjosari. Upah yang didapatkannya sangatlah kecil. Ia menerima upah Rp. 2000 ,- untuk setiap lembar kain yang dijahitnya. Upah tersebut ia gunakan untuk membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Mengetahui beban hidupnya itu, salah satu kawan mengajaknya untuk ikut serta dalam salah satu pertemuan MWPRI. Pertemuan ini sangat menginspirasinya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan MWPRI. Tyas kemudian juga diperkenalkan pada kelompok Perempuan Pekerja Rumahan (PPR) di Desa Balearjosari. Melalui pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan MWPRI dan PPR inilah, Tyas mengikuti berbagai kegiatan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pekerja rumahan di Desa Balearjosari.

Kedua kelompok ini sangat berperan dalam meningkatkan kesempatan kerja dan akses terhadap perlindungan sosial bagi pekerja rumahan di desanya. Tyas dan teman-teman pekerja rumahan di Desa Balearjosari juga selalu diajak untuk merintis usaha – usaha kecil demi kemandirian ekonomi mereka.

Sebelum bergabung dengan MWPRI, Tyas tidak percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang. Ia sangat canggung dan pendiam. Perlahan, Tyas mulai membuka diri dan mengalami banyak perubahan baik. Bahkan, semenjak dipilih menjadi menjadi Sekretaris Kelompok oleh para anggota PPR, ia semakin percaya diri.

Selain aktif sebagai pengurus PPR, ia juga antusias belajar mengenai hak – hak pekerja rumahan. Kini, Tyas memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai hak – hak ketenagakerjaan dan isu – isu sosial. Berbekal pengetahuannya ini, ia memberanikan diri untuk bernegosiasi dengan calon – calon mitra kerjanya di pabrik konveksi. Ia akhirnya memperoleh pekerjaan menjahit dengan upah yang lebih layak dari pada pekerjaan sebelumnya. Ia merasa sangat bersyukur karena mendapat bantuan dari MWPRI dan PPR.

Tyas berharap MWPRI dan PPR dapat selalu mendampingi pekerja rumahan dalam memperjuangkan hak mereka. Ia juga mengharapkan pekerja rumahan di Balearjosari mampu memperbaiki kesejahteraan mereka dengan pendampingan kedua kelompok ini.

Ditulis oleh: Erna Al Maghfiroh (Fasilitator Lapangan MWPRI)