Cerita Perubahan

MAMPU Gelar Diskusi untuk Memahami Faktor Penentu Kematian Ibu di Indonesia

Pada Rabu, 1 Juni 2016, MAMPU menyelenggarakan diskusi Brown Bag Lunch . Brown Bag Lunch adalah diskusi bulanan dengan tema tertentu yang diselenggarakan oleh Program MAMPU, yang merupakan wadah untuk berbagi pengetahuan dari MAMPU ke berbagai jaringan. MAMPU mempunyai divisi penelitian yang hasilnya akan dipergunakan untuk mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh program MAMPU melalui mitra-mitranya.

Tema yang diangkat dalam diskusi kali ini adalah “Memahami Faktor Penentu Kematian Ibu di Indonesia” (Understanding Determinants of Maternal Mortality in Indonesia), yang merupakan hasil penelitian dari Lisa Cameron, Diana Contreras Suarez, dan Katy Cornwell. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi antara MAMPU dengan Monash University.

Dalam kesempatan tersebut, paparan penelitian disampaikan oleh Diana Contreras Suarez, yang merupakan Post-doctoral research fellow di Centre for Development Economics and Sustainability di Monash University, Australia.

Diana menyampaikan bahwa penelitian tentang kematian ibu yang dilakukan selama 1,5 tahun tersebut, terdiri dari tiga bagian utama; antara lain: perbandingan pustaka dari penelitian sebelumnya, analisa bagaimana Indonesia mengukur rasio kematian ibu dengan membandingkan studi kuantitatif hasil sensus dan Demographic Health Survey(DHS), serta menguji kaitan antara kematian ibu dengan ketersediaan pelayanan kesehatan dan karakteristik demografi di Indonesia.

Beberapa kesimpulan dari hasil penelitian ini, antara lain:

  • Pendidikan dan status sosial-ekonomi memiliki pengaruh yang kuat pada tingkat kematian ibu.
  • Adanya hubungan antara akses layanan kesehatan dengan rasio kematian ibu.
  • Ketersediaan fasilitas dan pelayanan tenaga kesehatan (posyandu dan bidan) di desa/ daerah terpencil.
  • Sebagian besar kematian ibu terjadi di daerah-daerah paling padat (Jawa-Bali: 46%) di mana akses yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan sudah ada.

Untuk menutup paparannya, Diana menyampaikan tiga tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam menurunkan angka kematian Ibu, yaitu: 1) Kualitas tenaga medis dan fasilitas kesehatan, 2) Koordinasi berbagai pihak terkait, dan 3) Jangkauan wilayah terhadap akses pelayanan kesehatan di berbagai daerah (terutama pelosok) Indonesia.

Presentasi materi dari sesi Brown Bag Lunch ini dapat diunduh di sisi kiri atas artikel (dalam Bahasa Inggris).

Cerita Perubahan

Pengalaman Ikuti Tes IVA Kanker Serviks dari ‘Aisyiyah

Berlatih Jadi Pemimpin Perempuan di PEKKA Kalimantan Barat

Paham Kesehatan Reproduksi lewat Balai Sakinah ‘Aisyiyah

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Bantaeng : Aktif Pastikan Kesehatan Reproduksi jadi Prioritas di Musrenbang

Mantan Buruh Migran Suarakan Isu di Desa lewat Foto

Berbagi Keterampilan Menjahit Bersama Yayasan Satu Karsa Karya di Kupang, NTT

Kisah Sri Mujiati Perjuangkan Penyandang Difabel Korban Kekerasan Seksual

Bidan Desa Teladan Kampanyekan Tes IVA dan ASI Eksklusif di Bedingin, Jawa Timur Bersama Balai Sakinah ‘Aisyiyah

LBH APIK Berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara untuk Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak

Mama-mama Belu Aktif Berbagi Informasi Pelayanan Dasar di Kelompok Konstituen NTT

BaKTI Tingkatkan Kesadaran akan Kekerasan Perempuan dan Anak lewat Diskusi Kampung di Atambua

Belajar Praktik Cerdas dari Perempuan Miskin NTT dalam Atasi Masalah Desa