Cerita

Kedutaan Besar Australia Adakan Diskusi tentang Tantangan Pembangunan

Perwakilan Program MAMPU dan para mitra berpartisipasi pada seminar yang diadakan oleh Kedutaan Besar Australia dengan tajuk Building State Capacity to Innovate in Achieving Indonesia’s Development Objectives di Kedutaan Besar Australia pada Kamis (19/01). Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dalam membangun kemampuan negara untuk berinovasi dan mencapai tujuan pembangunan.

Fleur Davis, Konselor Menteri, Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Kedutaan Besar Australia membuka acara tersebut. Acara ini juga diisi dengan diskusi mengenai ikhtisar buku dari Michael Woolcock, Koordinator Pembangunan Sosial, Bank Dunia, yang berjudul Building State Capability: Evidence, Analysis, Action.

Dalam acara diskusi tersebut, Michael Woolcock menyajikan analisis berbasis bukti akan kegagalan pembangunan dan mengapa kegagalan ini kerap terjadi di sebuah negara. Ia juga mengusulkan sebuah pendekatan sebagai solusi untuk mengatasi kegagalan tersebut yaitu Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA). Pedekatan ini berfokus pada empat prinsip utama yaitu pemecahan dan pendefinisian masalah, penguasaan lingkungan, evalusi dan  pelibatan seluruh pihak dalam melakukan reformasi yang relevan.

Suahasil Nazara, Pimpinan Badan Kebijakan Fiskal dan Vivi Yulaswati, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) hadir sebagai pembicara pada acara diskusi di sesi kedua. Anna Winoto, Direktur Program Implementasi, Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) bertindak sebagai moderator.

Dalam sesi kedua ini, Vivi Yulaswati menambahkan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan PDIA.

“Dalam replikasi program PDIA ada beberapa tahapan penting. Seluruh pihak harus menunjukkan hasil relevan dan manfaat dari program yang diajukan serta mampu menjual ide replikasi kepada para pemimpin di pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda),” ujar Vivi.

Diharapkan dengan adanya acara ini, pemerintah dan para pihak terkait dapat memberikan solusi reformasi yang realistis.