Foto

Yayasan PUPA Gelar Sosialisasi dan Diskusi Mekanisme Perlindungan Anak Berbasis Sekolah

5_12 4_24 3_58 2a_4 1b_5 1a_9
<
>

Pada 20 Agustus 2016, Yayasan PUPA Bengkulu, bersama-sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, BPMPPKB Kota Bengkulu, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan didukung oleh MAMPU, mengadakan Sosialisasi Mekanisme Perlindungan Anak Berbasis Sekolah, serta Diskusi Belajar Mengajar Tanpa Kekerasan.

Sejak tahun 2014, Yayasan PUPA didukung Program MAMPU melakukan pendampingan komunitas (berbasis sekolah). Pendampingan ini memberikan pendidikan publik melalui sosialisasi, diskusi, pertemuan regular dan upaya membangun kerjasama dengan pihak sekolah, agar merumuskan mekanisme pengaduan dalam rangka perlindungan anak di sekolah dari berbagai kekerasan dan bentuk perlakuan yang salah.

Selain itu, pendampingan ini juga menghubungkan sekolah dengan berbagai pihak di luar institusi sekolah yang dapat membantu proses rujukan pelayanan lanjutan.

Untuk merumuskan mekanisme pengaduan, maka dibutuhkan ruang untuk duduk bersama semua pihak yang terlibat dalam perlindungan anak. Salah satunya adalah dengan membangun kerjasama dengan HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) Wilayah Bengkulu dan PGRI Bengkulu.

Diskusi membangun perlindungan berbasis sekolah ini, menjadi langkah awal untuk menyusun kerangka kerja bersama untuk membangun mekanisme perlindungan berbasis sekolah sesuai yang dimandatkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan.

Diharapkan, dari worskhop dan pendampingan ini, muncul kelompok-kelompok diskusi di 10 sekolah (1 SD, 3 SMP, 1 SLB, 5 SMA) di Bengkulu dan dilakukan penandatanganan MoU dengan 10 sekolah tersebut.

Dilaporkan oleh: Susi Handayani (Yayasan PUPA Bengkulu)