Foto

Sri Mulyati, Kartini asal Jatinegara Kaum

1. Sri Mulyati - Aktifitas (a) 1. Sri Mulyati - Aktifitas (b) 3. Sri Mulyati - Profil
<
>

Tinggal di kawasan padat penduduk Jatinegara Kaum, Jakarta, Sri Mulyati atau Mul muncul sebagai pemimpin kelompok perempuan di wilayahnya. Seperti Kartini, Mul giat memperjuangkan hak-hak warga, khususnya perempuan miskin untuk mengakses program perlindungan sosial pemerintah.

Mul baru dikukuhkan sebagai Ketua Bidang Advokasi Sekolah Perempuan DKI Jakarta. Sekolah Perempuan adalah kelompok perempuan informal bentukan KAPAL Perempuan tempat perempuan belajar berbagai hal seperti kepemimpinan perempuan, public speaking, gender, isu-isu perempuan, serta cara berpikir kritis tentang isu-isu sosial. KAPAL Perempuan adalah sebuah organisasi perempuan yang didukung oleh Program MAMPU – Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan.

Bergabung dengan Sekolah Perempuan di tahun 2014, pada pertemuan awal, Mul mulai memahami bahwa perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam segala hal termasuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

“Awalnya saya takut sekali. Takut berbicara. Takut ditanya. Takut karena saya merasa tidak tahu apa-apa. Saya sembunyi duduk di belakang.”, ungkap Mul sambil tertawa.

Setelah itu Mul, ibu empat orang anak ini, bertekad untuk belajar. Didukung pula oleh keluarganya, Mul rutin mengikuti kegiatan-kegiatan Sekolah Perempuan.

“Sejak mengikuti Sekolah Perempuan, saya jadi tahu banyak hal. Saya jadi bisa berpikir kritis melihat isu-isu yang ada di sekitar saya, apalagi tentang perempuan dan program-program pemerintah. Saya sekarang paham aturan yang berlaku dan proses mengakses program-program tersebut.”, lanjut Mul.

Mul yang sehari-hari berjualan nasi kuning di depan rumahnya ini, sekarang menjadi sumber informasi dan advokat bagi warga wilayahnya untuk program-program pemerintah. Ia pun dipercaya warga untuk menjadi wakil warga dalam Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat RW hingga propinsi.

“Saya berusaha selalu menyebarkan informasi akurat tentang program-program pemerintah. Jika ada yang berhak mendapatkan program tersebut tapi tidak mendapatkannya, saya siap membantu agar mereka mendapatkan hak mereka.” Tukas Mul.

Berkat advokasi Mul bersama Sekolah Perempuan, sekarang warga miskin di kawasan Jatinegara Kaum, Bidara Cina dan Rawajati mendapatkan program-program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia sesuai hak mereka.

Dengan posisinya sebagai Ketua Bidang Advokasi Sekolah Perempuan DKI Jakarta, Mul akan terus bekerjasama dengan pemerintah untuk memantau program-program perlindungan sosial agar pelayanan publik dapat berkembang lebih baik lagi bagi masyarakat Jakarta.