Cerita Perubahan

Sekolah Perempuan Ciliwung Refleksikan Pemahaman Gender dalam Kekerasan Seksual

5_0 4_0 3_0 1b 2_2
<
>

Pada 26 Mei 2016 yang lalu, Sekolah Perempuan Ciliwung di Kelurahan Rawajati, Pancoran Jakarta Selatan mengadakan kegiatan diskusi bulanan dengan tema “Kekerasan Seksual”. Kegiatan ini dilakukan di teras Musholla Al Ikhlas di bantaran Sungai Ciliwung.

Diskusi dihadiri oleh 36 orang dari total 41 anggota Sekolah Perempuan Ciliwung Rawajati. Dalam kesempatan tersebut, fasilitator mengajak para anggota untuk merefleksikan kembali pemahaman gender dan bagaimana konstruksi gender berpengaruh pada kekerasan seksual di masyarakat.

Sekolah Perempuan Ciliwung ini diinisiasi dan dikelola oleh Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan (KAPAL Perempuan). Sebagian besar perempuan yang menjadi anggota Sekolah Perempuan ini bekerja di sektor informal, antara lain bekerja sebagai buruh cuci, berdagang kecil-kecilan di rumah,  serta pembantu rumah tangga.

Aktivitas di Sekolah Perempuan Ciliwung seringkali menghadapi kendala karena banjir yang kerap melanda wilayah ini. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghambat semangat para anggotanya untuk belajar dan menambah pengetahuan.

Dilaporkan oleh: Dewi Damayanti (Partner Engagement Officer – Program MAMPU)