Foto

PhotoVoice: Aku dan Jalaku

aku dan jalaku
<
>

“Rakit dan Jala nelayan tradisional mendarat mencari ikan. Jari dan tangannya kuat mengangkat jala. Hari-harinya bekerja menangkap ikan di sungai. Berdiri tegak dengan kondisinya, buliran keringat yang jatuh demi harapan sesuap nasi. Penghasilan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari untuk keluarganya. Karena ketidakberadaan yang serba kekurangan menyebabkan orang tidak segan-segan ingin merubah nasib menjauh dari kampung halamannya menjadi buruh migran untuk mewujudkan impian hidup berkecukupan.”

 

Fotografer:

Nurul, anak seorang buruh migran. Kedua saudaranya juga pergi ke negeri orang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Sebagai bagian dari keluarga buruh migran, Nurul sekarang menjadi salah satu pengurus Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) yang sudah menangani pengaduan kasus di desa Darek, Kec. Praya Barat Daya, Kab. Lombok Tengah.

 

PhotoVoice: suara perempuan dalam foto

Foto ini adalah satu dari 48 foto hasil jepretan 21 ibu-ibu mantan buruh migran, anggota keluarga buruh migran dan pemerhati buruh migran yang tinggal di enam desa di NTB dan NTT.  Cerita foto dan profil fotografer dapat dibaca dalam foto yang ditampilkan.

Melalui foto, mereka menyuarakan keprihatinan, kebutuhan dan menceritakan keberhasilan sebagai buruh migran.  Mereka juga menggunakan foto-foto ini untuk merekam perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan mereka, kehidupan masyarakat di sekitar mereka serta menyampaikan tantangan-tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Foto-foto mereka pernah dipamerkan dalam dua acara nasional yaitu Konferensi Nasional Perempuan Inspirasi Perubahan (Mei 2015, di Jakarta) dan Jambore Buruh Migran (November 2015, di Jember).  Cerita tentang mereka ditulis oleh wartawan Kompas, Meidiana, dan dipublikasikan dalam Kompas Minggu (edisi cetak), tanggal 13 Desember 2015.

MAMPU bekerjasama dengan Migrant CARE, dan mitra lokal PPK (Perkumpulan Panca Karsa) di Lombok dan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) di Lembata, melakukan pelatihan kepada ibu-ibu ini pada bulan Maret 2015 dan dilanjutkan bulan Desember 2015.  Pelatihan diberikan oleh PhotoVoice, konsultan dari London, Inggris.