Foto

Mitra MAMPU Temui Mendikbud untuk Pendidikan Perempuan dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi

27 Juni 2018
Penulis: admin

3_13 1_20 6_1 2_14
<
>

Pada 14 Juni 2016, MAMPU dan para mitra bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud), Anies Baswedan di Kantor Kemdikbud, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan Program MAMPU dan para mitra serta mendiskusikan berbagai isu terkait kebijakan, regulasi dan pelayanan kesehatan yang diidentifikasi mitra MAMPU dalam pelaksanaan program.

Dalam kesempatan tersebut, Mitra MAMPU menyampaikan masukan-masukan untuk memperluas akses perempuan miskin terhadap pendidikan dan menjajaki potensi kolaborasi. Secara keseluruhan, ada 15 masukan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi perlu segera masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah negeri, swasta, termasuk yang berbasis agama.
  2. Para guru perlu mendapat pendidikan seks dan kesadaran gender sebagai bekal mengajar sehingga dapat peka terhadap kendala-kendala perempuan dalam mengakses pendidikan.
  3. Perlunya kebijakan yang membolehkan perempuan hamil untuk terus bersekolah.
  4. Dikdasmen perlu terlibat dalam upaya menghapus pernikahan anak demi tercapainya wajib belajar 12 tahun.
  5. Perlu adanya anggaran yang jelas untuk Pendidikan Luar Sekolah, khususnya untuk pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) sebagai upaya menjangkau perempuan-perempuan yang terpinggirkan dan tidak dapat menjangkau pendidikan formal.
  6. Perlu revitalisasi anggaran pendidikan 20% agar bisa digunakan untuk pendidikan migrasi aman yang berbasis HAM dan gender di balai-balai latihan kerja (BLK) Pemerintah yang saat ini ada di 529 kabupaten.
  7. Meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak buruh migran di Malaysia dengan meningkatkan kapasitas Learning Center Community.
  8. Mengintegrasikan pendidikan anti-trafficking dalam kurikulum sekolah.

Anies Baswedan merespon masukan tersebut dengan baik. Sebagai tindak lanjut, detail mengenai kolaborasi akan didiskusikan kemudian.  Selain itu, Mendikbud menyampaikan program-program Kemdikbud yang berpotensi untuk dijadikan kerjasama dengan mitra MAMPU. Contohnya, usaha Kemdikbud yang mengajak setiap sekolah untuk mendukung siswa gemar membaca (selain buku teks) dengan meluangkan waktunya 15 menit setiap hari.

“Pendidikan mengenai seksual dan kesehatan reproduksi dapat diintegrasikan dalam berbagai format”, ujar Mendikbud. Saat ini, Mendikbud tengah mereview materi terkait pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi, dan menerima masukan dari mitra MAMPU. Beliau juga mengatakan bahwa Kemdikbud telah menerbitkan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mengizinkan perempuan hamil untuk melanjutkan sekolah.

Beliau juga menyampaikan informasi terkait database Kemdikbud terbaru yaitu Neraca Pendidikan Daerah (NPD), yang menyajikan kondisi pendidikan di daerah-daerah. Database ini baru diluncurkan pada Februari 2016 yang lalu, dengan menggunakan data tahun 2015 untuk setiap kabupaten/ kota. Untuk mengakses NPD, dapat dibuka melalui website: npd.data.kemdikbud.go.id

“Saya meminta bantuan rekan-rekan dari CSO untuk memantau pelaksanaan layanan pendidikan di daerah. Karena sejak 2001, pendidikan menjadi tanggungjawab dan wewenang pemerintah daerah”, pesan Anies Baswedan kepada para mitra MAMPU.

Dilaporkan oleh: Desy Mutialim (Program Communications and Knowledge Management Manager)