Cerita Perubahan

LBH APIK Aceh Sampaikan Capaian pada Perwakilan Kedutaan Australia dan MAMPU

2_31 1_41 3_28
<
>

Tanggal 27 Juli 2016, Perwakilan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia bersama tim MAMPU bertemu dengan LBH APIK Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke mitra-mitra MAMPU yang ada di Aceh.

Dalam pertemuan di Bireuen tersebut, hadir 3 orang perwakilan dari LBH APIK Aceh dan 5 orang perwakilan LBH dari Kabupaten Bener Meriah. Mereka adalah paralegal (advokat), paralegal komunitas dan juga penyintas.

LBH APIK menjelaskan beberapa pencapaian mereka yang didukung oleh Program MAMPU, antara lain:

  1. Kemampuan menangani kasus-kasus kekerasan yang terjadi.  Jumlah kasus yang mereka tangani untuk periode bulan Juli – Desember 2014 sebanyak 48 kasus, Januari – Desember 2015 berjumlah 128 kasus, dan Januari – Juni 2016 ada 75 kasus.
  2. Lahirnya para pendamping korban-korban kekerasan yang terampil karena dibekali pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kapasitas mereka.
  3. Meningkatnya hubungan kerjasama mereka dengan aparatur penegak hukum (APH).
  4. Terbentuknya kelompok-kelompok pendukung (support groups) di desa-desa dampingan sebagai forum diskusi dan saling berbagi informasi
  5. Terlaksananya kegiatan kampanye tahunan yaitu 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) dengan dukungan pendanaan dari MAMPU.

LBH APIK Aceh adalah salah satu mitra Program MAMPU untuk tujuan mengurangi kekerasan terhadap perempuan.  Untuk tujuan ini, MAMPU bekerjasama dengan Komnas Perempuan dan 32 mitra lain dalam jaringan Komnas Perempuan di berbagai daerah di Indonesia.

Dilaporkan oleh: Damaris Tnunay (Partner Engagement Officer – Program MAMPU)