Cerita Perubahan

Evaluasi Program di Pangkajene Tunjukkan Sekolah Perempuan Berhasil Ubah Peran Gender

4_16 3_43 2_48 1_60
<
>

Pada 24 Agustus 2016, Tim KAPAL Perempuan dan Yayasan Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) melakukan diskusi serta monitoring dan evaluasi (monev) di Desa Mattiro Uleng, Kecamatan Luikang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat capaian-capaian program Gender Watch yang dihasilkan selama enam bulan terakhir, dan melihat bagaimana pelaksanaan program selanjutnya berdasarkan capaian dan tantangan yang dihadapi. Gender Watch adalah pemantauan yang melibatkan 3 pihak yaitu masyarakat sipil, pemerintah dari tingkat desa/kelurahan, kabupaten dan provinsi juga penerima manfaat program kesehatan. Ada empat aspek yang dipantau dalam program ini yaitu aspek input, aspek proses, aspek hasil dan aspek dampak.

Beberapa perwakilan yang hadir dalam diskusi dan monev tersebut antara lain perwakilan dari Multi Stakeholder Forum (MSF), yang berasal dari unsur aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Puskesmas, bidan dan Tokoh Masyarakat, serta anggota Sekolah Perempuan (SP) dari empat desa lokasi program Gender Watch.

Adapun anggota Sekolah Perempuan yang hadir berasal dari 10 pulau yang tersebar di empat desa, yaitu Desa Mattiro Uleng, Mattiro Bombang, Mattiro Baji dan Mattiro Kanja, adalah termasuk anggota Sekolah Perempuan yang menjadi Komite Pengawas di Desa.

Baik oleh MSF Desa maupun anggota SP, mereka merasa dengan adanya Sekolah Perempuan telah mengubah peran perempuan di pulau, dari perempuan yang pasif menjadi mitra pemerintah dalam memantau kegiatan pembangunan di pulau. Sebagai bentuk nyata, Kabupaten Pangkep memasukkan rencana replikasi 5 Sekolah Perempuan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangkep periode 2017-2021.

Dilaporkan oleh: Dewi Damayanti (Partner Engagement Officer – Program MAMPU)