Foto

‘Aisyiyah dan Bupati Takalar Tandatangani MoU untuk Peningkatan Pelayanan Kespro

Foto - MoU 'Aisyiyah dan Bupati Takalar 4 Foto - MoU 'Aisyiyah dan Bupati Takalar 3 Foto - MoU 'Aisyiyah dan Bupati Takalar 2 2_55 1_66
<
>

Pada 31 Agustus 2016, ‘Aisyiyah mengadakan dialog bersama DR. H. Burhanuddin Baharuddin. SE. M.Si, Bupati Takalar, dengan tema “Mendorong Kebijakan Pemerintah untuk Peningkatan Kualitas Reproduksi Perempuan dan Penguatan Ekonomi Bagi Perempuan Kabupaten Takalar,” yang diselenggarakan di gedung Baruga Karaeng Bainea.

Sebagai bentuk realisasi dorongan layanan dan pemberdayaan ekonomi tersebut, dilakukan penandatanganan MoU antara ‘Aisyiyah dengan Bupati Takalar. Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis beasiswa kepada dua putri daerah dari Pulau Tanakeke, sebagai kerjasama Pemda Kabupaten Takalar dengan Universitas ‘Aisyiyah Program Studi Kebidanan.

Pertemuan dan dialog ini dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini; Program Manager MAMPU ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah; Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Takalar, dan 500 perempuan ‘Aisyiyah termasuk anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah se-Kabupaten Takalar. Selain itu, beberapa Pimpinan SKPD Se- Kab Takalar juga hadir, seperti Sekda Kabupaten Takalar, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPMPDK, BKKBN, dan Kepala BPJS setempat.

Burhanuddin menyampaikan bahwa ia sangat mendukung program-program positif ‘Aisyiyah. “Saya berharap, program maupun kegiatan di bidang kesehatan reproduksi dan ekonomi yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah dapat bersinergi dengan Pemda,” ujar Burhanuddin.

Hal tersebut, ungkap Burhanuddin, karena ia melihat program yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah memberi dampak nyata bagi perempuan di Kabupaten Takalar. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Noordjannah Djohantini, menyambut baik kemitraan antara pemerintah Kabupaten Takalar dengan ‘Aisyiyah Kabupaten Takalar untuk penguatan perempuan di berbagai bidang, khususnya kesehatan reproduksi dan ekonomi.

Noordjannah menyampaikan, “Memasuki Abad Kedua ini, ‘Aisyiyah sudah sewajarnya membuat inisiatif-inisiatif yang dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat sesuai dengan tantangan zaman. Apalagi, di bidang kesehatan yang telah menjadi focus gerakan ‘Aisyiyah sejak berdirinya di awal abad 20″.

Terkait penyelenggaraan dialog ini, Karnaniwati Sultan, Koordinator Mampu ‘Aisyiyah Takalar, mengungkapkan, bahwa Dialog Terbuka ini dimaksudkan sebagai forum penyampaian aspirasi masyarakat kepada Bupati selaku Kepala Daerah. “Apalagi dalam forum ini dilakukan juga penandatangan MOU yang disaksikan oleh para perempuan Takalar sebagai komitmen bersama khususnya oleh pemerintah dalam peningkatan layanan kespro dan pemberdayaan ekonomi perempuan,” ungkap Nani, panggilan akrab Karnaniwati.

Dijelaskan pula oleh Nani, bahwa sebelumnya Bupati telah mengeluarkan Surat Edaran layanan pemeriksaan IVA di Puskesmas. Di Takalar, sebelum keluar Surat Edaran ini, tidak semua Puskesmas dapat menyediakan layanan pemeriksaan IVA. Harapannya, dengan keluarnya Surat Edaran ini, para perempuan dapat lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan IVA yang telah disediakan oleh pemerintah. Selain itu, saat ini pemerintah daerah bermaksud memasukkan alokasi anggaran bagi penyediaan alat maupun peningkatan kompetensi tenaga kesehatan ke dalam kebijakan perubahan anggaran daerah. (SPU)

Dilaporkan oleh: Marie Astrid Wijaya (Partner Engagement Officer – Program MAMPU)