Cerita

Yayasan PUPA Gelar Seminar Nasional untuk Peringati HAKTP di Bengkulu

Yayasan Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) didukung oleh MAMPU mengadakan Seminar Nasional Parenting Dalam Rangka Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) Tahun 2016 di Nala Sea Side Hotel Bengkulu pada Kamis (8/12).

Seminar nasional yang dihadiri lebih dari 100 perserta ini bertujuan untuk meyakinkan publik mengenai pentingnya pendidikan seksualitas dan mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam pengembangan program pendidikan tersebut.

Sejak tahun 2014 Yayasan PUPA (Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan untuk Perempuan dan Anak) didukung Program MAMPU telah mendampingi sekolah – sekolah di kota Bengkulu untuk berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan kesehatan reproduksi kepada siswa-siswinya. Selain itu yayasan PUPA juga secara aktif memberikan informasi kesehatan reproduksi kepada masyarakat luas.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Yayasan PUPA mengindentifikasi kebutuhan orang tua dan guru akan panduan pendidikan kesehatan reproduksi kepada anak-anak. Yayasan PUPA bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Sehati telah menyelesaikan penyusunan modul parenting pendidikan kesehatan reproduksi dan modul pendidikan kesehatan reproduksi bagi anak berkebutuhan khusus. Terkait dengan hal tersebut, dalam seminar ini Yayasan PUPA berusaha untuk menggalang komitmen masyarakat agar ikut serta dalam perluasan implementasi modul pendidikan yang telah dibentuk.

Acara ini dirancang sebagai ajang promosi, ruang berbagi hasil penelitian dan inovasi dalam pendidikan yang bertemakan pendidikan seksualitas dan perlindungan anak dari kekerasan seksual.

Diharapkan dengan seminar ini, masyarakat memiliki pandangan positif dan pemahaman yang lebih baik mengenai seksualitas, serta dapat melindungi generasi berikutnya dari pelecehan dan kekerasan seksual. Selain itu, masyarakat kota Bengkulu juga mampu untuk mengajarkan nilai toleransi dan saling menghargai sesama.

 

Dilaporkan oleh: Selvia Mardela