Cerita

YASANTI Peringati Hari HAM Sedunia Bersama 500 Perempuan Pekerja Rumahan

Memeringati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) menggelar perayaan bertajuk “Kami Ada dan Kami Pekerja Rumahan” di Taman Hiburan Rakyat (THR) Gabusan Square, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (10/12) silam. Sekitar 500 perempuan pekerja rumahan asal DIY dan Jawa Tengah menghadiri acara yang menyuguhkan pasar perempuan serta panggung seni dan budaya itu.

Ragam dukungan bagi perempuan pekerja rumahan pun turut disampaikan oleh pemerintah. Salah satunya adalah Bambang Guritno, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Pemda mendukung para pekerja rumahan melalui layanan perizinan usaha yang lebih terbuka, mudah dan tidak dipungut biaya.

“Izin berusaha silakan diajukan ke (kantor) kecamatan. Itu semua kami buat gratis, supaya usaha ibu-ibu semua bisa berkembang,” ujarnya saat memberikan sambutan. “Membuka lapangan pekerjaan bisa mengurangi kemiskinan. Kami (Pemerintah Kabupaten Bantul) selama ini juga berusaha agar semakin banyak investasi dibuka, mulai dari tingkat dusun hingga ke kabupaten,” tambahnya.

Hal senada diutarakan oleh Isharyanto, Kepala Kelurahan Tahunan, Umbulharjo, Angga Suanggana, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transportasi, DIY, serta Farah dari BPJS Ketenagakerjaan. Ketiganya menyatakan bahwa pekerja rumahan, melalui momentum ini, telah mendobrak keadaan dari “tidak ada” menjadi “ada” atau “terlihat”.

Dengan dukungan Yasanti sebagai organisasi yang mewadahi, pekerja rumahan tidak perlu takut memerjuangkan hak mereka sebagai pekerja. Semangat ini ditunjukkan lewat Deklarasi Perempuan Pekerja Rumahan yang dipimpin Warisah, ketua Federasi Serikat Perempuan Pekerja Rumahan (PPR) Kabupaten Bantul. Deklarasi tersebut diwakili oleh 11 perempuan pekerja rumahan dari 11 serikat PPR, dan merupakan simbol pernyataan bahwa mereka adalah bagian dari pekerja. Mereka juga mendorong pemerintah, baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk menjamin hak-hak mereka sebagai pekerja, serta memberikan perlindungan yang layak, termasuk akses terhadap program-program perlindungan sosial, kesehatan dan dukungan modal.

Sebagai ketua panitia, Warisah pun mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas terselenggaranya acara. Dengan adanya momentum ini, ia berharap dapat mempererat tali silaturahmi antarpekerja rumahan. Selain itu, ia juga memaparkan bahwa apa yang ia perjuangkan selama beberapa tahun ini membuahkan hasil di masa yang akan datang.

“Harapannya akan tumbuh kesadaran dari teman-teman buruh yang belum bergabung, mulai dari melihat keberhasilan teman-temannya yang sudah berserikat,” tuturnya, sambil tersenyum bangga. “Kita sama-sama satu perjuangan. Tidak ada yang terpisah-pisah antarburuh. Ini semua dari pekerja rumahan untuk pekerja rumahan,” tutupnya, sebelum kembali naik panggung.