Cerita

Workshop Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah Belu, Nusa Tenggara Timur

Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Atambua (PPSE-KA) Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu, dan Yayasan BaKTI Makassar menyelenggarakan Workshop Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) untuk SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pada 16-17 Maret 2016 di Hotel Permata Atambua.

Workshop PPRG yang didukung oleh Program MAMPU ini, merupakan tindak lanjut dari penandanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PPSE-KA, Bappeda Belu, dan DPRD Belu terkait dengan Peningkatan Kapasitas SKPD dan anggota DPRD dalam Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender. Workshop bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman staf SKPD mengenai perspektif gender; (2) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan staf SKPD untuk perencanaan dan penganggaran yang responsif gender; (3) meningkatkan pemahaman SKPD untuk percepatan dan pelembagaan PUG.

Workshop  diikuti oleh 28 peserta, yang terdiri dari 17 orang mewakili SKPD dan 11 dari Community Social Organisation (CSO). Peserta dari SKPD adalah pimpinan dan perencana di SKPD utama yang merupakan penggerak Pengarusutamaan Gender (PUG) dan mitra PPSE-KA dalam Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan), yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pemberdayaan Perempaun (BPP), Inspektorat, Badan Keuangan Daerah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.

Workshop PPRG difasilitasi oleh Misbah Hasan dari Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) dan Yudha Yunus dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar. Workshop dibuka oleh Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan, yang juga dihadiri oleh Project Manager Program MAMPU Yayasan BaKTI, Lusia Palulungan, dan Monev Officer Program MAMPU Yayasan BaKTI, M. Taufan.

Dilaporkan oleh M. Ghufran H. Kordi K. (BaKTI)