Cerita

Twitter Talk Show MAMPU dengan Hannah Al Rashid, Joe Taslim and Lola Amaria

Dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional, Program MAMPU melakukan serangkaian Twitter Talk Show dengan mengundang social media influencers yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, yaitu Hannah Al Rashid, Joe Taslim dan Lola Amaria.

Hannah Al Rashid, dengan lebih dari 33K follower, adalah seorang aktris terkemuka Indonesia yang juga UN Mover Indonesia untuk mempromosikan pencapaian SDG # 5, Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan; Joe Taslim, dengan lebih dari 271K follower, adalah seorang aktor yang mendukung gerakan UN Women dalam kampanye He for She; Lola Amaria, dengan lebih dari 39K follower, adalah aktris film dan sutradara yang telah menghasilkan film-film terkait pemberdayaan perempuan seperti buruh migran perempuan dan buruh perempuan.

Talkshow dilakukan secara online melalui akun twitter MAMPU, @ProgramMAMPU, dan dijawab oleh nara sumber melalui akun twitter mereka. Untuk berpartisipasi dalam diskusi yang lebih luas, dua hashtags: # IWD2017 dan #beboldforchange, digunakan dalam percakapan. Dua Hashtags ini memang digunakan secaa global untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.

Tweet Talk Show pertama diselenggarakan pada 7 Maret pukul 8-9 pagi dengan Hannah Al Rashid. Hannah sangat antusias membahas tentang urgensi penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Pembicaraan dimulai dengan pertanyaan tentang alasan di balik antusiasme Hannah menjadi UN Mover untuk SDG # 5. Dia menjelaskan bahwa keputusan itu berdasarkan pengalaman pribadinya dalam menghadapi diskriminasi dalam karirnya, serta pengalaman buruk dalam menghadapi pelecehan seksual di jalanan Jakarta. Dia membagi data-data mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perempuan terkait kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Dia juga menyampaikan pernyataannya untuk melawan kekerasan dan prasangka terhadap perempuan yang seringkali menyalahkan korban atas terjadinya kekerasan pada dirinya.

Tweet Talk kedua dengan Joe Taslim yang diselenggarakan pada 7 Maret pukul 7-8 malam membawa nuansa yang berbeda, karena membahas perspektif laki-laki pada kesetaraan gender. Diskusi dimulai dengan pertanyaan tentang mengapa Joe Taslim beranggapan bahwa dukungan laki-laki diperlukan dalam gerakan kesetaraan gender. Dia menjelaskan bahwa penting bagi setiap orang untuk mendukung gerakan tersebut, karena kesempatan yang sama bagi perempuan akan bermanfaat tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga keluarga dan seluruh masyarakat. Ia juga berbagi pandangannya tentang bagaimana mendorong laki-laki untuk mau berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Joe Taslim menekankan pentingnya pendidikan dalam keluarga yang memperlakukan laki-laki dan perempuan secara adil dalam keluarga. Ia percaya bahwa apresiasi laki-laki terhadap perempuan dimulai dari dalam keluarga.

Tweet Talk ketiga dengan Lola Amaria dilakukan pada hari berikutnya, pada tanggal 8 Maret pukul 7-8 malam, membahas pengalaman Lola dalam memproduksi film terkait buruh migran perempuan. Lola menyampaikan temuan-temuannya pada perbedaan antara kondisi perempuan pekerja migran di negara-negara Timur Tengah dan di Hongkong. Dia menjelaskan bahwa perempuan pekerja migran di Hongkong cenderung memiliki kondisi yang lebih baik dan lebih aman karena persiapan yang lebih baik dan pelatihan bagi pekerja migran. Namun, tantangan yang dihadapi buruh migran dari Indonesia masih sangat besar, dan perbaikan-perbaikan harus terus dilakukan. Selain itu, Lola juga membahas minatnya untuk membawa isu-isu perempuan dalam film berikutnya.

Beberapa tokoh masyarakat, aktivis, lembaga dan komunitas terkait dengan kesetaraan gender dan isu-isu pemberdayaan perempuan berpartisipasi dalam Tweet Talk ini. Tokoh-tokoh dan mitra yang terlibat antara lain, Komnas Perempuan, Lentera, Hollaback Jakarta, Aliansi Laki-laki Baru, dr. Sophia Hage, Ligwina Hananto (perencana keuangan terkenal), Budhis Utami dan Misi Misiyah dari KAPAL Institute, dan Wahyu Susilo dari Migrant Care. Duta Besar Australia, Paul Grigson (@DubersAustralia) juga meng-RT beberapa tweet di Tweet Talk dengan Lola Amaria.

 

Tweet Talk ini didokumentasikan dalam platform chirpstory sebagai berikut:

1) Tweet Talk dengan Hannah Al Rashid mengenai Anti Kekerasan terhadap Perempuan:https://chirpstory.com/li/349401  ; telah dilihat sebanyak 532 kali *.

2) Tweet Talk dengan Joe Taslim mengenai Perspektif Laki-laki tentang Kesetaraan Gender:https://chirpstory.com/li/349481 ; telah dilihat sebanyak untuk 525 *.

3) Tweet Talk dengan Lola Amaria mengenai Perempuan Pekerja Migran:https://chirpstory.com/li/349570 ; telah dilihat sebanyak 439 *.

*chirpstory telah dilihat sejak Maret 7 dan 8, dengan jumlah yang terus meningkat hingga saat ini. Mohon klik ke link di atas untuk mengetahui jumlah terbaru.