Cerita

Yayasan BaKTI Adakan Workshop Perencanaan Responsif Gender di Tana Toraja

Pada 3-4 Mei 2016 yang lalu, Yayasan BaKTI dan Yayasan Kombongan Situru (YKS), yang didukung oleh Program MAMPU, melaksanakan Workshop Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Workshop yang diadakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Tana Toraja ini, diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari 13 laki-laki dan 7 perempuan.

Peserta workshop berasal dari berbagai perwakilan SKPD, antara lain: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Lembang (BPMPL), Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dalam pelaksanaannya, workshop PPRG ini difasilitasi oleh Ahmad Misbakul Hasan  (Seknas FITRA Jakarta) dan Yudha Yunus (LSKP Makassar). Adapun tujuan workshop adalah untuk: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai proses perencanaan dan penganggaran daerah (alur, proses, kebijakan yang mengatur, membaca/ analisa anggaran); (2) meningkatkan pemahaman mengenai proses advokasi anggaran yang pro-poor dan responsif gender (Penyusunan RKA, GBS, GAP); (3) meningkatkan keterampilan budgeting yang pro-poor dan responsif gender.

Untuk membuka workshop ini, Wakil Bupati Tana Toraja, Bapak Victor Datuan Batara, menyampaikan sambutannya. Beliau mengapresiasi berbagai aktivitas yang dilaksanakan oleh Program MAMPU melalui kerjasama dengan Yayasan BaKTI dan Yayasan Kombongan Situru (YKS).

“Selama ini PPRG belum dipahami betul oleh perencana di SKPD. Karena itu, dukungan workshop PPRG dari Yayasan BaKTI dan YKS dalam Program MAMPU ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam membuat perencanaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berperspektif gender”, ucap Bapak Victor Datuan Batara.

Program Manager Yayasan BaKTI – Program MAMPU, Ibu Lusy Palulungan turut menyampaikan sambutannya.

“Kegiatan ini merupakan upaya memperdalam PPRG bagi SKPD dan DPRD,sehingga SKPD dan DPRD dapat mensinergikan perencanaan program/ kegiatan dan anggaran yang mencerminkan responsif gender”, ujar Ibu Lusy.

Salah satu peserta workshop, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak BKBPP, Ibu Mariana,  menyatakan manfaat dari workshop ini.

“Workshop ini sangat bermanfaat bagi SKPD terkait sehingga ke depan upaya untuk mendorong anggaran responsif gender bukan hanya tugas BKBPP saja, tetapi semua SKPD”, testimoni Ibu Mariana.

Dilaporkan oleh: Matias Tanan dan M. Ghufran H. Kordi K.