Cerita

Program Migrasi Aman Jadikan Desa Pusat Informasi bagi Buruh Migran dan Keluarga

Kebutuhan informasi yang layak bagi warga Wonosobo yang mayoritas buruh migran, semakin memerlukan perhatian khusus. Tak hanya Buruh Migran, pelayanan informasi tersebut juga diperlukan keluarga mereka.

“Migrasi Aman” adalah informasi yang benar bagi para Buruh Migran yang akan berangkat ke luar negeri, mulai dari perizinan yang benar dari desa, keluarga dan pembekalan berupa wawasan sebelum berangkat. Program ini diprakarsai oleh SARI Solo dan didukung Program MAMPU, yang bertujuan untuk menyediakan pelayanan yang maksimal bagi para Buruh Migran yang akan berangkat. Diharapkan, mereka dapat bekerja dengan tenang karena berangkat dengan prosedur yang benar dan keluarga yang ditinggalkan selalu terhubung dan dapat mengikuti perkembangannya di negara tujuan.

Dengan adanya Migrasi Aman, Buruh Migran tak akan menemui banyak masalah karena semuanya sudah sesuai prosedur dan jalur yang ditempuh tak menyalahi aturan. Pun jika ada masalah, dapat ditelusuri dengan baik.

Dalam pertemuan rutin di Istana Rumbia yang digagas oleh Stevi Yean Marie, hadir Suharti, salah satu anggota kelompok yang merupakan mantan buruh migran. Ia menceritakan bahwa kini saudaranya yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja, terjamin keamanannya. Karena telah diberi pemahaman tentang Migrasi Aman sebelum berangkat. Saudara Suharti diberikan wawasan tentang kehidupan di negara tujuan yang mencakup etika sosial dan budaya, serta pembekalan Bahasa Inggris yang mencukupi dan wawasan lainnya, sehingga pada saat di negara tujuan, dapat membawa diri.

“Perizinan yang berlapis dari desa dan keluarga, menjadi jaminan keamanan jika bermasalah saat di negara tujuan dan keluarganya pun bisa mendapatkan informasi dari desa.” Kata Suharti.

Sulimah, yang juga mantan buruh migran, mengungkapkan bahwa setelah diterapkannya Migrasi Aman, semua warga menjadi paham bagaimana seharusnya menjalani proses yang benar untuk bekerja ke luar negeri. Setiap individu yang telah memahami Migrasi Aman, bisa saling memberikan pemahaman kepada yang lainnya.

“Kami buruh migran yang sudah kembali, diberikan pengetahuan tentang migrasi aman. Jadi jika akan berangkat lagi, sudah tahu prosedur dan tak akan dirugikan lagi oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Kebanyakan dari kami, sekarang mendapatkan pengetahuan keterampilan untuk usaha dan berorganisasi. Jadi, kami dapat mengembangkan diri walau tak bekerja di luar negeri.” Tambah Sulimah.

“Dengan adanya pemahaman Migrasi Aman, ini dapat melibatkan desa sebagai pusat informasi bagi para buruh migran yang akan berangkat serta keluarganya. Jadi, mereka mudah mencari tempat yang tepat untuk melakukan proses yang benar”, ujar Stevi Yean Marie.