Cerita

Peluncuran Akun Twitter @ProgramMAMPU: Rayakan Kepemimpinan Perempuan Indonesia dari Desa ke Media Sosial

Pada 28 April 2016 yang lalu, Program MAMPU meluncurkan Akun Twitter Resmi @ProgramMAMPU di Kediaman Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta. Acara yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kartini ini, mengundang 60 orang dari berbagai kalangan, seperti perwakilan DFAT, alumni Australia, selebtwit/ social media influencer, dan jurnalis.

Akun Twitter Program MAMPU adalah akun pertama yang dimiliki program pembangunan sosial yang didukung Pemerintah Australia (DFAT). Ini dilakukan sebagai langkah awal Program MAMPU untuk memperlihatkan proses, menyampaikan perkembangan pelaksanaan program dan membuka ruang partisipasi publik untuk kemajuan program. Akun ini sudah ada sejak 8 Maret 2016 dan dikelola langsung oleh Program MAMPU.

MAMPU melihat bahwa banyak cerita positif dan kerja-kerja dari komunitas akar rumput yang sering tidak mendapat tempat di berbagai saluran komunikasi populer yang ada sekarang.

Melihat tingginya pengguna Twitter di Indonesia, maka Program MAMPU memilih Twitter sebagai langkah awal. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada media sosial lainnya yang digunakan MAMPU di masa datang.

Dalam acara peluncuran ini, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, menyambut baik inisiatif Program MAMPU untuk menyebarkan kisah perempuan pembuat perubahan melalui Twitter. Diharapkan, dengan adanya akun twitter ini, MAMPU dapat menjangkau audiens dan jaringan yang lebih luas.

Selain itu, Desi Anwar, pembawa berita senior, jurnalis dan direktur CNN Indonesia, turut hadir dan berbagi pengalamannya sebagai perempuan yang bekerja di industri media dan proses bagaimana ia dapat berhasil seperti sekarang ini. Desi Anwar mewakili sosok perempuan yang ada di kota, dan berkiprah secara profesional di bidang yang digelutinya.

Ibu Haeriah Rahman, salah satu anggota parlemen perempuan dan Ketua Komisi III (Kesejahteraan Rakyat) di DPRD Maros, Sulawesi Selatan, turut bercerita tentang proses bagaimana perjalanannya dari seorang perempuan biasa kemudian menjadi wakil rakyat di Maros. Ia menceritakan juga tantangan-tantangan yang dihadapinya, caranya sukses dan bertahan serta kontribusi yang dilakukannya kepada anggota parlemen lain, pemimpin perempuan lain dan institusi DPRD di Kabupaten Maros.

Adapun Maesy Angelina, Research and Innovation Manager Program MAMPU, memaparkan tiga kisah perempuan hebat dari desa, yaitu: 1) Nurlina, nelayan perempuan dari Pulau Sebangko, Sulawesi Selatan; 2)  Siti Mariam Ghozali (Maria), mantan buruh migran yang menjadi koordinator kelompok usaha kecil mantan buruh migran di Wonosobo, Jawa Tengah; dan 3) Wahdatul Aini (Reni), pedagang sayur asal Ngawi, Jawa Timur, salah satu anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah.

Nurlina mulai aktif mengikuti Sekolah Perempuan yang dibentuk oleh Institut KAPAL Perempuan dan YKPM yang didukung oleh Program MAMPU pada tahun 2014. Selain untuk menangkap ikan, Nurlina juga menggunakan perahunya untuk menyeberangkan siswa dan penduduk yang sakit ke sekolah dan Puskesmas di pulau lain tanpa memungut biaya. Melalui Sekolah Perempuan, Nurlina mengajarkan perempuan lain di Pulau Sebangko untuk lebih percaya diri dan memahami hak-hak mereka.

Maria menggunakan modal yang dimilikinya dari merantau untuk berkreasi usaha kecil berbagai makanan ringan. Tiwul Instan menjadi salah satu produk kebanggaannya. Dia aktif melatih para mantan buruh migran cara-cara untuk berwirausaha. Banyak dari mantan buruh migran binaannya yang sekarang membuka usaha sendiri dari keterampilan yang didapat dari bekerja di luar negeri. Maria juga mendirikan Istana Rumbia, perpustakaan yang menjadi pusat informasi dan penguatan calon buruh migran. Istana Rumbia ini dikelola oleh mantan buruh migran yang telah kembali ke Wonosobo.

Wahdatul Aini (Reni), berbagi informasi seputar kesehatan reproduksi kepada perempuan-perempuan pembeli sayur mayurnya setiap pagi. Reni tidak hanya memberikan informasi seputar kesehatan reproduksi, tapi juga mendorong perempuan untuk memeriksakan kesehatannya dan menunjukkan tempat dimana perempuan bisa mengakses layanan kesehatan reproduksi. Ia bertekad untuk terus membuka akses informasi perempuan-perempuan ibu rumah tangga yang dia jumpai sembari berjualan sayur keliling.

MAMPU berharap, melalui media sosial, cerita-cerita atau praktik-praktik baik terkait isu kemiskinan dan perempuan di Indonesia seperti kisah di atas, dapat terangkat dan menjadi materi advokasi. Selain itu, publik makin memahami dan akhirnya mendukung upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan memperbaiki kebijakan yang mendukung perempuan miskin.

Untuk mengetahui lebih dalam cerita-cerita baik dari perempuan-perempuan akar rumput di berbagai wilayah kerja MAMPU, follow akun twitter @ProgramMAMPU atau klik tautan berikut: https://twitter.com/ProgramMAMPU.

Sebarkan cerita mereka agar menginspirasi semakin banyak perempuan Indonesia!