Cerita

Pelatihan Fotografi MAMPU

Sebuah gambar bernilai seribu kata. Ini adalah pepatah yang mengatakan bahwa ide kompleks dapat disampaikan hanya dengan gambar atau dengan kata lain, gambar menyampaikan esensi lebih efektif daripada tulisan deskripsi.

MAMPU memahami bahwa program-program pembangunan sosial bisa sangat kompleks. Meskipun kompleks, penting bagi kita untuk menunjukkan kemajuan program kepada masyarakat. MAMPU percaya bahwa mendokumentasikan program menggunakan foto adalah salah satu cara untuk menyederhanakan program pembangunan seperti MAMPU.

Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa mitra dan staf MAMPU memiliki keterampilan yang baik dalam mendokumentasikan kegiatan mereka, MAMPU dengan bantuan Pannafoto Institute melaksanakan Pelatihan Fotografi pada hari Rabu, 2 Desember 2015 di kantor MAMPU, Jakarta. Ada 27 peserta yang terdiri dari staf, mitra MAMPU dan staf DFAT.

Pelatihan empat jam ini dimulai dengan sesi Photo Story, Ng Swan Ti dan Edy Purnomo dari Pannafoto Institute menunjukkan serangkaian foto dan meminta peserta memberikan komentar tentang foto tersebut. Dari tes kecil tersebut, terlihat bahwa dengan serangkaian foto peserta bisa menyampaikan sebuah cerita. Namun, Swan Ti mengingatkan bahwa keterangan foto masih sangat diperlukan untuk memastikan pesan dapat ditangkap dengan baik oleh penikmat foto. Selain itu, keterangan membatasi kesalahan tafsir yang mungkin dapat terjadi.

Setelah sesi ini, Swan Ti menunjukkan gambar kegiatan berbagai mitra di bawah 5 tema MAMPU yang dia mengambil selama kunjungannya ke lebih dari 10 mitra MAMPU dari Juni hingga Juli 2015. Dari contoh tersebut, peserta bisa melihat variasi sudut, komposisi, titik pandang dan pesan yang Swan Ti coba sampaikan melalui foto-fotonya.

Swan Ti kemudian menyampaikan sesi The Art of Seeing. Dia terus mengingatkan para peserta bahwa cara kita melihat suatu kegiatan melalui lensa lebih penting daripada kecanggihan kamera yang kita miliki. Edy Purnomo kemudian berbagi tentang teknik dasar fotografi agar peserta paham fungsi dasar kamera. Edy berbagi bahwa ada 3 aspek dalam kamera bahwa seseorang harus tahu yang ISO, aperture dan shutter speed.

Hal terpenting adalah Ia menyarankan untuk selalu memiliki satu kalimat penuh dalam pikiran kita sebelum mengambil gambar. Kita harus memastikan bahwa gambar yang akan diambil mengkomunikasikan kalimat yang telah kita buat sebelum mengambil foto.

Langkah sebelum mengambil gambar:

  • Sebelum mengambil gambar untuk sebuah kegiatan, fotografer harus membaca detail tentang kegiatan.
  • Luangkan waktu sebentar untuk melihat detail ruangan.
  • Kemudian kita mencatatan kalimat-kalimat yang yang ingin kita katakan dalam foto.
  • Setelah kita memiliki daftar kalimat dalam pikiran kita, kita bisa mulai mengambil gambar untuk menyampaikan kalimat-kalimat yang telah kita rencanakan dalam pikiran kita.

Setelah membagikan tips, Swan Ti dan Edy meminta para peserta untuk mempraktekkan tips mengambil foto. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Grup A bertindak sebagai fotografer, kelompok B bertindak sebagai peserta pelatihan dan sebaliknya. Setelah selesai, Swan Ti dan Edy bersama-sama dengan semua peserta meninjau gambar dari masing-masing kelompok dan memberikan masukan untuk memperkuat foto.

Melihat komentar-komentar positif dari pelatihan ini, tidak menutup kemungkinan MAMPU akan melaksanakan kegiatan serupa di masa depan.