Cerita

Nurhayati: Berkat SPR Sejahtera, Kami Hidup Lebih Layak

Saya Nurhayati, seorang pekerja rumahan yang sehari – hari menganyam kawat untuk alat panggang di Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Dulunya, saya tinggal di daerah Tapanuli Selatan, tetapi karena kehidupan ekonomi yang kurang mencukupi di sana, saya dan suami memutuskan untuk merantau ke Tanjung Morawa pada tahun 2014.

Sejak saat itu pula, suami saya bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik. Saya ikut membantu mencari penghasilan tambahan sebagai penganyam kawat di sebuah bisnis rumahan. Sebagai pekerja rumahan, saya hanya menerima upah atas setiap produk yang saya kerjakan. Semakin banyak produk diselesaikan, upah yang diterima lebih besar. Namun demikian, waktu pengerjaan anyaman kawat tersebut sungguh menyita waktu, sehingga upah yang saya terima setiap hari tidaklah besar. Saya merasa sistem pembagian upah ini merugikan pekerja rumahan.

Berusaha untuk memperbaiki keadaan pekerja rumahan ini, saya mencari bantuan ke beberapa pihak. Beberapa kawan yang mengetahui kondisi saya menyarankan untuk bergabung di Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Sejahtera, salah satu kelompok dampingan Yayasan Bina Ketrampilan Pedesaan Indonesia (BITRA) dan Program MAMPU. Setelah bergabung dengan SPR Sejahtera, saya mengikuti berbagai kegiatan kelompok seperti pendampingan untuk pekerja rumahan, pendidikan musyawarah bagi kelompok masyarakat dan pengorganisasian. Saya berharap dapat meningkatkan potensi diri melalui berbagai kegiatan tersebut.

Sebelum bertemu SPR Sejahtera dan BITRA, saya takut untuk bicara  di depan publik dan selalu gugup ketika menghadiri pertemuan – pertemuan di desa. Saya juga tidak mengerti hak – hak pekerja rumahan. Bahkan di rumah pun saya tidak berani mengkomunikasikan perasaan pada suami terkait pembagian pekerjaan rumah yang saya rasa tidak adil.

Tapi semua itu telah berubah semenjak mengikuti pelatihan – pelatihan yang diadakan oleh kedua kelompok tersebut. Saya merasa ada perubahan positif pada diri saya dan suami. Saya menemukan keberanian untuk bernegosiasi dengan atasan mengenai upah yang diberikan. Berkat hal tersebut, saya kini mendapat upah yang lebih layak. Selain itu, saya mampu untuk mengkomunikasikan perasaan pada suami, terutama dalam hal pembagian pekerjaan rumah. Kini, ia memahami perasaan saya dan mau membantu pekerjaan di rumah. Saya merasa bahagia karena pembagian peran yang dijalankan dengan baik di dalam keluarga kami ini menimbulkan rasa saling menghormati. Kami sekarang hidup layak dan harmonis.

Saya berterima kasih pada SPR Sejahtera dan BITRA, berkat bantuan mereka kini kami memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Maju terus SPR Sejahtera! Maju terus BITRA!

Ditulis oleh: Nurhayati (SPR Sejahtera)