Cerita

MAMPU Adakan Pelatihan Advokasi Anggaran Responsif Gender

Program MAMPU bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi (SEKNAS FITRA) mengadakan Pelatihan Advokasi Anggaran Responsif Gender pada 21 November hingga 24 November 2016 lalu. Pelatihan ini merupakan program penguatan kapasitas mitra-mitra MAMPU dalam melakukan pengawalan integrasi perencanaan anggaran yang responsif gender pada pembangunan daerah.

Pelatihan ini dihadiri oleh 35 peserta dari 19 kota. Di antaranya adalah tim Program MAMPU, para mitra dan perwakilan dari SEKNAS FITRA. Sekretaris Jenderal FITRA, Yenny Sucipto dan Manager Riset FITRA, Misbahul Hasanhadir sebagai pembicara utama pada pelatihan tersebut. Koordinator Data dan Publikasi FITRA, Yenti Nurhidayat bertindak sebagai moderator dalam pelatihan selama empat hari tersebut.

Pada hari pertama, para peserta diberikan gambaran mengenai hak asasi manusia dan konsep kesetaraan gender. Para peserta juga berlatih untuk menangkap isu strategis yang dilibatkan dalam mengajukan anggaran. Mereka sangat antusias saat menerima materi di sesi ini.

Perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Bengkulu, Tati Winarti mengutarakan kondisi kesenjangan gender yang terjadi di daerahnya.

“Saya senang sekali bisa hadir di sini dan bisa menyuarakan pendapat. Di daerah saya, perempuan tidak dilibatkan dalam Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Saya harap, setelah mengikuti pelatihan ini kami mampu memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kesetaraan gender ke masyarakat. Perempuan pun nantinya dapat ikut andil dalam proses perencanaan kebijakan dan anggaran di tingkat desa,” ujar Tati.

Informasi akan perencanaan anggaran di tingkat distrik dan nasional disampaikan pada hari berikutnya. Para peserta dalam sesi ini bekerja berkelompok dan menganalisis proses dan aktor yang terlibat dalam pengajuan anggaran.

Pada hari ketiga, para pembicara utama dari SEKNAS FITRA memperkenalkan alat dalam melakukan advokasi anggaran yang responsif gender dan mengajak para peserta untuk berlatih dalam menganalisis berbagai elemen dari penganggaran pemerintah.