Cerita

LBH APIK Gagas Forum Media Kawal APP

Media memiliki peranan besar dalam sebagai corong aspirasi masyarakat. Peran media dibutuhkan dalam mendorong penguatan warga negara sebagai pemilih cerdas, menentukan sikap politik. Untuk itu media harus lebih sensitif dan responsif pada realitas sosial yang mampu mengonsolidasikan program untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

MATARAM – Hal ini terungkap dalam kegiatan Diskusi Media yang dilaksanakan oleh LBH-APIK Mataram – MAMPU Program yang bertajuk “Peran media untuk mendukung advokasi kebijakan yang responsif gender dan Pro Poor”. Diskusi yang dilaksanakan 04 Feb 2014 di Papaya Cafe Mataram ini diikuti oleh tidak kurang dari 30 orang perwakilan media wilayah NTB.

Koordinator LBH APIK NTB, Puziaty mengatakan bahwa diskusi media dilaksanakan untuk membangun komitmen bersama advokasi kebijakan yang responsif gender dan pro poor.

Untuk APP (Anggota Parlemen Perempuan_red), Sasaran kita lebih kepada peningkatan kapasitas, pengetahuan, keterampilan, berbagi  pengalaman dan informasi agar kedepan mereka memilik komitmen menyuarakan dan memperjuangkan kebijakan yang responsif gender dan Pro Poor.

Sebagai langkah awal, kami akan mendampingi APP melalui pelatihan-pelatihan tupoksi anggota DPR, personal branded, kepemimpinan, publik speaking, dll”.

Media diharapkan mengawal APP menghadapi pemilu 2014 dengan memberikan informasi berimbang kepada masyarakat untuk memilih caleg berdasarkan atas program kerja, kapasitas, berdasarkan visi dan misi serta program yang bisa mewakili dan memperjuangkan kepentingan mereka yang melahirkan kebijakan yang pro perempuan dan masyarakat miskin”, papar Uzzy.

Diskusi berlangsung apik, pasalnya diantara undangan beberapa LSM memberikan input dan saran terhadap pembentukan forum media mengawal APP dan konstituen untuk menggunakan hak pilih menghadapi pemilu. Bangsa ini akan melakukan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPRD dan DPD untuk menarik simpati konstituen pada April 2014 mendatang.

Acep Suherman, perwakilan MNC Group mengakui bahwa media memiliki keterbatasan dalam jangkauan, olehnya perlu moment atau pemicu untuk akses terhadap sumber informasi.

“Media memiliki keterbatasan dalam akses informasi apabila tidak ada sumber, melalui kegiatan-kegiatan diskusi media ini bisa menjadi input yang dapat menginspirasi media mengawal proses”, tutur Acep.

Diakhir sesi diskusi, peserta sepakat membentuk “Forum Media” sebagai upaya mengawal APP dan konstituen pemilih cerdas dan terampil. Acep Suherman terpilih sebagai sebagai koordinator Forum Media.

Selanjutnya Forum Media diharapkan melengkapi struktur forum dan membuat rencana kerja triwulan untuk membantu pelaksanaan program advokasi kebijakan yang responsif gender dan pro poor (al).