Cerita

Kisah Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Rekrut 11 Peraut Lidi dalam Sebulan

Serikat Pekerja Rumahan (SPR) mengadakan pelatihan pengorganisasian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 September 2016 di Hotel Grand Antares Medan. Peserta pelatihan ini adalah para pengurus inti SPR di Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Pengurus Cabang (DPC) Medan, DPC Deli Serdang, dan beberapa dari pengurus kelompok. Total peserta yang datang adalah sebanyak 30 orang.

Sebagai rencana tindak lanjut pelatihan ini, kami peserta yang disebut “Tim 30” mempunyai komitmen bersama untuk melakukan pengorganisasian di masing-masing daerah. Kesepakatan yang dibangun dalam pelatihan ini adalah setiap peserta harus dapat mengajak 11 orang pekerja rumahan untuk masuk menjadi anggota Sebelas Pekerja Rumahan (SPR) Sejahtera.

Saya, Karlina, diamanahkan sebagai wakil ketua SPR DPC Kota Medan. Saya merasa bertanggung jawab penuh dalam tugas ini. Oleh karenanya, pada akhir bulan September 2016 saya mulai berkeliling keluar masuk kampung untuk mengajak pekerja rumahan yang ada di sekitar Kecamatan Medan Marelan.

Bulan Oktober saya bertemu dengan seorang pekerja rumahan bernama Bu Evi yang tinggal di Siobak Lingkungan, Marelan. Ketika saya berbincang-bincang dengan beliau, mulanya Bu Evi mengira saya seorang Pengusaha atau Agen yang akan memberikan mereka pekerjaan baru.

Bu Evi pun memanggil penduduk kampung untuk datang. Dalam hitungan 10 menit, 20 orang pekerja rumahan. Mayoritas perempuan yang ada di Lingkungan VII Penghulu Lama ini adalah pekerja rumahan peraut lidi selama hampir satu tahun. Setelah menjelaskan kepada mereka tentang organisasi SPR, saya kemudian mengajak mereka untuk dapat bergabung ke SPR.

Saya sangat senang sekali bertemu Bu Evi dan teman-temannya sesama pekerja rumahan peraut lidi. Saya juga meminta kepada mereka agar mau membentuk kelompok pekerja rumahan peserta peraut lidi dalam waktu dekat.

Pada tanggal 13 Oktober 2016, saya berserta Fasilitator lapangan untuk wilayah Medan melakukan diskusi dengan mengundang ibu-ibu pekerja rumahan untuk berdiskusi seputar pekerja rumahan dan SPR. Dalam diskusi tersebut, saya sangat terkejut mendengar bahwa informasi kedatangan saya ke sana langsung tersebar ke lingkungan lain, di mana para ibunya juga pekerja rumahan peraut lidi. Di diskusi tersebut, mereka juga meminta untuk segera dibentuk kelompok peraut lidi.

Tanggal 28 November 2016 para pekerja rumahan peraut lidi mengadakan Konferta (Konferensi Tingkat Anggota). Saya bangga dengan terbentuknya kelompok pekerja rumahan ini, karena target untuk mengajak 11 Orang pekerja rumahan per bulan yang menjadi komitmen kami, sudah saya lakukan pada bulan November 2016. Setelah itu, saya pun menjajaki beberapa pekerja rumahan di beberapa tempat dan beberapa sektor untuk membetuk kelompok pekerja rumahan lainnya.

Ditulis oleh: Karlina