Cerita

Kelompok Konstituen Sipammase-Mase: Desa Sadar Musrenbang

Masuknya Program MAMPU di desa Watu, Sulawesi Selatan adalah langkah awal untuk mendorong partisipasi aktif perempuan di dalam pembangunan, khususnya pembangunan desa. Sebelum program MAMPU berjalan di desa ini, peran perempuan dalam perencanaan desa masih sangat minim. Perempuan mengalami kendala dalam mengajukan aspirasinya ke tahap perencanaan dan tahap penjaringan aspirasi masyarakat. Umumnya ini disebabkan karena adanya peran ganda yang dimiliki perempuan, dimana perempuan diharapkan berperan aktif di ranah domestik dan publik. Prroses pengajuan aspirasi yang ada pun tidak dirancang untuk mendengarkan suara perempuan miskin yang dianggap tidak terbiasa berorganisasi dan tidak mampu menyuarakan kepentingannya.

Kehadiran Program MAMPU dengan berbagai kegiatan bertujuan untuk menjadikan masyarakat miskin khususnya perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak yang rentan maupun kelompok rentan lainnya sebagai tokoh kunci dalam pembangunan. Dengan berbagai pelatihan yang dilakukan oleh MAMPU, kesadaran masyarakat untuk berorganisasi pun muncul dan kelompok konstituen masyarakat pun mulai bertumbuh.

Pada tanggal 30 Maret 2014, terbentuklah Kelompok Konstituen (KK) Sipammase – Mase sebuah kelompok untuk membahas permasalahan sosial yang dialami oleh anggota kelompok maupun yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Kepala Desa Watu, A. Nurhidayah bersama KK Sipammase ini melakukan berbagai macam diskusi untuk menyelesaikan isu – isu sosial di desa mereka.

Dengan usaha yang konsisten mendengarkan dan menyelesaikan isu-isu sosial di daerahnya, KK di desa Watu akhirnya mendapat kepercayaan untuk mengumpulkan data Sistem Database Desa (SDD) di Kabupaten Bone. Data – data yang dikumpulkan ini dapat digunakan untuk advokasi di tingkat desa atau pun kabupaten. Hasil jerih payah KK Sipammase – Mase ini sangat dihargai oleh pemerintah. Mereka diberikan kesempatan untuk menjadi  bagian dari penyelenggara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa di awal Desember 2015 lalu. Musrenbang pada tahun 2015 itu pun berjalan dengan baik. Berkat keberhasilan KK Sipammase – Mase ini, desa Watu diberikan penghargaan sebagai Desa Sadar Musrenbang tahun 2016.

Kini, semua elemen masyarakat di desa Watu berpartisipasi aktif dalam Musrenbang Desa. Bahkan angka partisipasi wanita di musrenbang desa Watu naik melebihi 30%. Selain itu, perempuan kini juga duduk sebagai delegasi untuk kelembagaan dan organisasi desa.

 

* Penyempurnaan dari cerita Most Significant Changes yang ditulis oleh A. Fatmawati Sulolipu dari Bone, Sulawesi Selatan