Cerita

Kartu Indonesia Sehat untuk Warga Desa Lembang Lemo, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Desa Lembang Lemo, di Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan termasuk salah satu desa pemekaran. Pada awalnya Desa Lemo masuk dalam wilayah administratif Keluarahan Salira. Pada awal pemekaran, Lembang Lemo tidak mendapatkan sama sekali Program Perlindungan Sosial Pemerintah, termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Di sekitar bulan Juli – Agustus 2015, setelah kegiatan pembentukan Kelompok Konstituen (KK) berbagai kegiatan dilakukan. Salah satu kegiatan dalam Program MAMPU-BaKTI adalah Mentoring dan Technical Assistance ke KK. Kegiatan ini diawali dengan pelatihan tentang Program Perlindungan Sosial dan Tema-Tema MAMPU bagi staf internal Yayasan Kombongan Situru’ (YKS) mitra daerah BaKTI untuk Program MAMPU di Kabupaten Tana Toraja dan Pengurus KK.

Setelah pelatihan tersebut, pada bulan Agustus – September 2015 kemudian disusunlah agenda kegiatan Focus Group Discussion (FGD) oleh Program Asisten (PA) dan pengurus KK dengan masyarakat yang ada di Desa Lembang Lemo. Hasil dari FGD tersebut, terpetakan persoalan bahwa masyarakat Desa Lembang Lemo belum tersentuh program Perlindungan Sosial Pemerintah, karena selama ini data administrasi penduduk masih mengikut pada desa induk yang lama. Melihat persoalan tersebut, PA dan KK menyusun agenda advokasi antara lain:

  1. Melakukan penyuratan kepada Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Toraja, sehingga kedua dinas tersebut menurunkan tim untuk melakukan pendataan, dan hasil pendataan tersebut adalah 523 warga Lembang Lemo belum memiliki KIS.
  2. Melakukan penyuratan kepada kepala Lembang tentang hasil FGD termasuk persoalan Program Perlindungan Sosial dan hasil pendataan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
  3. Atas surat tersebut, kemudian disepakati bersama dengan Kepala Lembang untuk menyusun dokumen aspirasi warga.
  4. Dokumen aspirasi warga kemudian dikirim ke kecamatan dengan tembusan kepada Kepala Lembang.
  5. Pada saat pertemuan semua KK (waktu itu masih 25 KK) dijadikan dokumen aspirasi.
  6. Dokumen aspirasi kemudian disampaikan pada saat dengar pendapat atau hearing dengan DPRD Kabupaten Tana Toraja yang juga dihadiri oleh SKPD termasuk memberikan tembusan kepada Bupati terkait dokumen aspirasi tersebut.
  7. Hasil hearing ke DPRD kemudian ditindaklanjuti oleh anggota parlemen perempuan (APP) ibu Yosepine (anggota DPRD daerah pemilihan Lembang Lemo) yang mengawal kegiatan ini, terutama yang terkait dengan validasi data pada Dinsos dan Dinkes.
  8. Kemudian media juga ikut memberitakan persoalan ini sehingga persoalan ini menjadi perhatian pemerintah Tana Toraja.

Setelah perjuangan sekitar 3 hingga 4 bulan, akhirnya pada bulan Februari 2016, masyarakat di Desa Lembang Lemo, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja berhasil mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Pemerintah Kabupaten Tana Toraja sebanyak 523 Kartu yang dapat dipergunakan untuk Perlindungan Sosial bagi warga miskin. Kartu ini diserahkan langsung oleh Pejabat Bupati Tana Toraja saat itu yaitu H.M. Jufri Rahman.

Ibu Lince  merupakan salah satu penerima manfaat KIS ini

“Saya sangat senang dengan adanya bantuan kartu ini, karena bagi saya sangat mahal untuk membayar biaya obat kalau saya sakit“, ungkapnya saat ditemui oleh Tim Program MAMPU.

Ditulis oleh Taufan Hidayat, dilaporkan oleh Fransiskus Gozali (BaKTI)