Cerita

Institut KAPAL Perempuan Adakan Festival Budaya Perempuan di Jakarta

Institut KAPAL Perempuan, salah satu mitra MAMPU, menyelenggarakan Festival Budaya Perempuan di Gelanggang Olahraga Remaja, Jakarta Timur, Kamis (8/12).  Kegiatan yang bertajuk Festival Budaya Perempuan, 1001 Cerita Perempuan Ciliwung untuk Kesetaraan, Perdamaian dan Penghapusan Kemiskinan ini bertujuan untuk menyampaikan perjuangan dan kepentingan perempuan miskin khususnya pemenuhan pelayanan kesehatan baik di DKI Jakarta atau pun di tingkat nasional.

Acara ini dibuka oleh Deputi V Bidang Kajian Politik dan Pengelolaan Isu-isu Hukum, Pertahanan, Keamanan dan HAM, Jaleswari Pramodhawardani dan dihadiri oleh 500 peserta dari perwakilan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, organisasi perempuan, masyarakat sipil, akademisi, pelaku media,  jaringan masyarakat miskin Jakarta dan anggota Sekolah Perempuan. Selain itu, juga digelar pembacaan cerita Perempuan Ciliwung dan dilanjutkan dengan diskusi publik bertema Agenda Perempuan dalam Politik Pembangunan Jakarta. Dalam acara tersebut banyak diangkat isu perempuan seperti masalah kesehatan perempuan di bantaran sungai Ciliwung dan kebijakan sosial yang tidak setara untuk perempuan miskin. Masyarakat mendesak untuk adanya peningkatkan kualitas hidup perempuan miskin melaui Jaminan Kesehatan Nasional dan skema Penerima Bantuan Iuran (JKN-PBI) dengan layanan inklusif, berkualitas dan bebas pungutan.

Dalam acara ini, warga kota Ciliwung juga menyampaikan harapan masyarakat agar perempuan miskin mendapatkan kesempatan yang sama dalam pengambilan keputusan pembangunan di tingkat perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan. Diharapkan juga ada implementasi nyata Peraturan Gubernur Nomor 58 Tahun 2012 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022 tentang perencaan dan penganggaran responsif gender.

Selain diskusi dengan tokoh masyarakat dan pemerintahan, acara ini juga menghadirkan pentas seni budaya, monolog akan beban ganda perempuan, deklarasi agenda politik perempuan bantaran kali Ciliwung dan pameran karya perempuan. Selain itu pun para peserta akan disambut dengan deretan cerita perempuan yang dituliskan dalam lembaran kertas di dinding pameran. Cerita – cerita ini menyuarakan kekerasan terhadap anak dan perempuan serta permasalahan sosial yang kerap timbul di masyarakat miskin.

Direktur Institut KAPAL Perempuan, Misiyah, mengatakan,”Pemberdayaan perempuan tidak semata – mata mengenai pemberdayaan ekonomi saja. Pemberdayaan dalam hal ini adalah bagaimana membangun kesadaran perempuan akan hak – hak mereka di bidang pendidikan, kesehatan dan dalam pengambilan keputusan”.

Diharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat kini menyadari pentingnya mengakhiri tindak kekerasan tersebut dan pemerintah dapat menjamin hak – hak perempuan dan anak dalam masyarakat.