Cerita

Delegasi Indonesia Hadiri Konferensi Global Terkait Akses Pendidikan dan Ekonomi Perempuan

Pada 16 – 19 Mei 2016 yang lalu, delegasi Indonesia dari berbagai perwakilan organisasi dan lembaga yang bergerak di isu perempuan, mengikuti Konferensi Global bertajuk “The 4th Global Conference Women Deliver”. Beberapa delegasi dari Indonesia yang hadir dalam konferensi ini antara lain berasal dari Program MAMPU, BKKBN, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nasional, serta Ikatan Bidan Indonesia.

Konferensi ini merupakan salah satu konferensi terbesar di dunia yang membahas isu tentang kesehatan, hak asasi manusia dan kesejahteraan anak perempuan dan perempuan. Acara yang diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark ini, diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara di dunia. Fokus Konferensi tahun 2016 ini adalah bagaimana penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) agar bisa selaras dengan isu perempuan, seperti kesehatan (khususnya kehamilan, serta kesehatan dan hak seksual dan reproduksi), kesetaraan gender, pendidikan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.

Konferensi empat hari ini menghadirkan berbagai tokoh dunia, seperti Perdana Menteri Denmark, Putri Denmark, Menteri Luar Negeri Denmark, Muh Yunus, Jim Yong Kim (Direktur Bank Dunia), Julia Gillard (mantan Perdana Menteri Australia), Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, serta akademisi dan praktisi ahli sebagai pembicara.

Dalam paparannya, Julia Gillard menjelaskan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi setiap orang. Untuk membiayai pendidikan diperlukan sumber-sumber domestik melalui alokasi anggaran dan juga transparansi pendidikan. Ia menegaskan kembali bahwa di seluruh dunia ada sekitar 63 juta anak perempuan yang tidak memiliki akses pendidikan.

Sedangkan Direktur Bank Dunia, Jim Yong Kim menyampaikan bahwa perempuan perlu diikutsertakan dalam usaha peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta mencapai kesetaraan gender.

Muh Yunus, Pendiri Grameen Bank dan direktur Yunus Foundation berbicara dalam panel tentang “Investing women and girls everyone wins”. Ia menyampaikan bahwa ada dua hal kunci dalam memberikan akses investasi kepada perempuan dan anak-anak perempuan, yaitu melalui akses jasa keuangan dan juga akses terhadap teknologi.

Saat ini Grameen Bank memberikan pinjaman kepada kaum perempuan untuk memulai bisnisnya dan juga pinjaman sekolah yang memungkinkan para wanita untuk mengirim anaknya sekolah. Grameen Bank juga memberikan akses pelayanan keuangan yang dapat mendorong kreatifitas para perempuan miskin, serta memberikan pinjaman kepada para perempuan di desa untuk membeli telepon genggam sehingga mereka dapat membuka layanan warung telepon bagi masyarakat desa dan mendapatkan uang dari bisnis ini.

Adapun Menteri Luar Negeri Denmar, Kristian Jensen, berbagi cerita tentang bagaimana pemerintah Denmark memberikan bantuan kepada perempuan yang memiliki bisnis mikro dan menghubungkan mereka kepada perusahaan tanpa perantara. Hal ini dapat memotong biaya yang pada akhirnya perempuan dapat memperoleh uang lebih dan memiliki akses langsung ke perusahaan besar.

Sebagai perwakilan dari akademisi, Dean Karlan seorang ekonom dari Yale, memaparkan tentang kredit mikro. Tujuan utama dari kredit mikro bukan hanya peningkatan pendapatan perempuan, tetapi juga peningkatan kemampuan perempuan untuk membuat keputusan di keluarganya. Menurutnya, hal yang cukup berpengaruh adalah memberikan akses perempuan untuk memiliki rekening tabungan.

Dilaporkan oleh: Heni Pancaningtyas (Collective Action and Parliamentary Stream Manager – Program MAMPU)