Cerita

Anggota PPR Mawar Putih Belajar Kreatif sebagai Pekerja Rumahan

Ila Rodliyah adalah seorang ibu rumah tangga berusia 28 tahun dan beranak kembar. Ila yang merupakan seorang lulusan Madrasah Aliyah ini terkenal berpandangan maju. Suaminya, Iwan, bekerja di sebuah swalayan waralaba ternama. Ila berhasil mengembangkan dirinya dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya dengan dampingan Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI), mitra MAMPU.

Sebagaimana perempuan penduduk desa di sekitarnya, Ia biasa bekerja untuk usaha rumahan yang memproduksi sandal busa karet. Sebagai pekerja rumahan, Ia dituntut untuk terus beradaptasi dengan tren pasar, bentuk pekerjaan pun terus berubah. Selain itu, besarnya pendapatan tidak menentu sesuai jenis pekerjaannya. Ia pernah menjahit tali sandal, menempel variasi huruf dan membungkus produk yang siap dipasarkan. Tali sandal buatannya dihargai Rp 12.000 per kodi (20 pasang tali) oleh pemberi kerja. Saat ini, Ia sedang bekerja untuk sebuah usaha rumahan yang menjual sandal busa karet bergambar. Dalam sehari, Ia hanya mendapatkan Rp. 10,000 untuk 1 kodi (20 pasang) sandal. Ketidakpastian ini menyulitkan Ila untuk memperbaiki kesejahteraan keluarganya.

Ila sangat tertarik untuk dapat menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuannya di berbagai bidang. Baginya, ini bisa dilakukan dengan bergabung ke sebuah organisasi masyarakat. Sebenarnya, sudah lama Ia ingin bergabung dengan Perempuan Pekerja Rumahan (PPR) Mawar Putih di desa Karangwaru, salah satu kelompok dampingan Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI), mitra MAMPU. Namun, selalu ragu karena sebagai pekerja rumahan Ia harus bekerja setiap hari. Beberapa waktu lalu, Ia pun menghilangkan keraguannya dan bergabung dengan PPR Mawar Putih.

“Setelah gabung dengan PPR Mawar Putih, saya ngerasa banyak perubahan pada diri saya. Saya jadi lebih percaya diri dan pantang menyerah. Saya juga banyak dapat ide – ide produk atau usaha rumahan lain. Saya juga senang sekali kalau kawan – kawan ngasih masukan mengenai produk – produk yang saya hasilkan. Perempuan pekerja rumahan haruslah kreatif agar ga ketinggalan,” ujar Ila.

Melalui pengetahuan yang telah didapatnya, Ia belajar untuk mengembangkan ide usaha lain sembari membantu ibunya berjualan makanan. Ia mulai membuat dan memasarkan jamu segar di desanya. Ia tak pernah berhenti mencari ide, setiap ada peluang usaha yang bisa dilakukan, Ia segera ambil, sehingga keuangan keluarganya membaik.

Ila juga berharap agar PPR Mawar putih tetap hadir di tengah para pekerja rumahan. ”Saya berharap organisasi PPR Mawar Putih ini semakin sukses dan bermanfaat dalam pengembangan usaha anggotanya,” tambahnya.

Semangat Ila!

 

Ditulis oleh: Zuhro Rosyidah (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia)