Cerita

‘Aisyiyah dan Puskesmas Ciranjang Menyatakan Komitmen dalam Menangani Isu Kesehatan Reproduksi Perempuan melalui MoU

Kesehatan merupakan salah satu aspek yang telah menjadi perhatian dalam gerakan ‘Aisyiyah, khususnya kesehatan bagi kelompok perempuan Dhuafa Mustadh’afin atau perempuan miskin. Kesehatan perempuan masih kurang mendapatkan perhatian dan kesadaran dari masyarakat umum di Indonesia, khususnya perihal kesehatan reproduksi. Padahal, menurut data sejumlah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar bagi kelompok perempuan di negara berkembang—termasuk Indonesia—merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan sistem reproduksi, seperti kanker serviks, kanker payudara, dan kematian ibu. Oleh karena itu, layanan kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan perlu ditingkatkan baik dari segi akses maupun kualitas pelayanannya. Dalam rangka meningkatkan layanan tersebut, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Cianjur dalam bimbingan Program MAMPU melalui Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Ciranjang meresmikan kerja samanya dengan Puskesmas Ciranjang dengan mengadakan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU).

Disampaikan oleh Titin Suastini, Ketua PDA Cianjur bahwa di dalam MoU tersebut Puskesmas Ciranjang dan ‘Aisyiyah akan saling bekerja sama meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya dalam hal kesehatan reproduksi. “Puskesmas akan menyertakan ‘Aisyiyah dalam berbagai kegiatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Puskesmas juga akan menindaklanjuti problem kesehatan warga dengan difasilitasi oleh ‘Aisyiyah. Intinya adalah dari MoU ini akan ada sinergi  kegiatan antara ‘Aisyiyah dengan Puskesmas,” Titin menjelaskan.

Perjanjian kerja sama tersebut dibuat setelah tim ‘Aisyiyah menemukan banyaknya masalah kesehatan yang peru ditangani melalui komitmen bersama dari pihak Puskesmas dengan pihak lain yang memiliki kepedulian serupa, seperti yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah di Kecamatan Ciranjang sebagai kecamatan dengan penduduk terbanyak di Cianjur ini. “Data yang kami dapatkan adalah banyaknya masalah kematian ibu dan anak yang baru lahir, juga masalah sosial seperti banyaknya masyarakat yang berpendidikan rendah, banyaknya pengemis dan anak jalanan,” ujar Titin. Hal tersebut mendasari gerakan ‘Aisyiyah untuk bersnergi dengan Puskesmas Ciranjang. “Alhamdulillah, Puskesmas Ciranjang mau diajak kerja sama dan mau menerima masukan dari ‘Aisyiyah. Puskesmas juga merasa terbantu dengan adanya kehadiran ‘Aisyiyah ini,” lanjut Titin.

Penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Puskesmas Ciranjang pada Jumat (24/3) lalu ini dilakukan langsung oleh Lela Mardiah selaku Ketua PCA Ciranjang, dan Kepala Puskesmas Ciranjang yakni dr. Elvira Firdaus. Agenda pertama selepas dari penandatanganan MoU tersebut akan diisi dengan tes IVA atau Pap Smear yang akan digelar di Desa Kertajaya pada 28 April 2017 mendatang.

 

Ditulis oleh Suri Putri (‘Aisyiyah)