MAMPU Dukung ‘Aisyiyah Kembangkan Asuhan Paliatif

Melalui pidato pembukanya pada sebuah Semiloka tentang penyelenggaraan Asuhan Paliatif Terpadu di Yogyakarta, 6 – 8 Oktober lalu, Tri Hastuti—Koordinator Program MAMPU-PP ‘Aisyiyah—menegaskan bahwa, “tugas terbesar kita untuk SDGs saat ini adalah penyakit yang dekat dengan perempuan, seperti kanker serviks dan payudara yang juga jadi faktor penyumbang kematian ibu di Indonesia.” Menurut Tri, selama ini, kesadaran para perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker masih tergolong rendah. Hal ini kemudian mengarah pada tingginya angka perempuan terdeteksi kanker sudah pada stadium lanjut. “Oleh karena itu,” sambungnya, “asuhan paliatif merupakan satu pendekatan yang perlu dikembangkan.”

Dengan dukungan Program MAMPU, ‘Aisyiyah mengembangkan Asuhan Paliatif, yaitu layanan dampingan bagi pasien dengan penyakit terminal (life threatening illness), seperti kanker. Melalui asuhan paliatif, kualitas hidup pasien ditingkatkan, baik dari segi pengobatan  dan penanganan rasa sakit, psikososial, hingga spiritual. Mulai dari diagnosis sampai akhir hayatnya. Asuhan tersebut juga berlanjut setelah pasien meninggal dunia, ditujukan kepada keluarga pasien.

“Kesehatan merupakan salah satu fokus dakwah ’Aisyiyah. Kami berkomitmen mendukung kerja paliatif dalam konteks penanggulangan ‘life limiting illness’ yang paripurna.” Tegas Tri. Melalui pendekatan interdisiplin, sesi pembelajaran diberikan oleh berbagai narasumber seperti praktisi asuhan paliatif, Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, tenaga keperawatan, serta pendamping kerohanian pasien. Diikuti oleh 30 peserta yang masing-masing mewakili wilayah sasaran terdiri dari pengelola MAMPU-‘Aisyiyah di Pusat dan Daerah, tenaga kesehatan di Puskesmas dan klinik, serta akademisi jejaring ‘Aisyiyah-Muhammadiyah.

BaKTI Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Maros untuk Dampingan Program MAMPU

Pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2018, Yayasan BaKTI menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan atas dukungan dan pendampingan Program MAMPU dalam mendukung dan mendampingi pemerintah dalam pembuatan kebijakan perlindungan perempuan dan anak sejak tahun 2014-2018. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Maros, Hatta Rahman yang diterima Lusia Palulungan, Program Manager MAMPU-BaKTI mewakili Yayasan BaKTI.

Program MAMPU-BaKTI mendampingi Pemkab. Maros dalam pembuatan beberapa kebijakan, antara lain Peraturan Daerah (Perda) No. 15 Tahun 2016 tentang Penyelenggaran Pendidikan Anak Usia Dini, Perda No. 8 Tahun 2017 tentang Kabupaten Layak Anak dan saat ini (2018) dalam proses pembahasan Raperda Pengarusutamaan Gender.

Dukungan lainnya termasuk menyediakan tenaga ahli dan mendampingi proses pembentukan Perda yang dilakukan melalui prosedur yang diatur dalam perundang-undangan, mendorong anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros menggunakan Reses Partisipatif untuk memperoleh masukan dan aspirasi masyarakat yang memperkaya penyusunan Perda sekaligus membantu tugas pokok anggota DPRD. Penguatan juga diberikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maros dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Kasus Kekerasan dan penguatan staf Dinas DP3A dan P2TP2A terkait penanganan kasus kekerasan.

 

 

Program MAMPU dan Kedutaan Australia Sambangi Pekerja Rumahan di Surabaya

Ibu Cecilia (MWPRI) menyampaikan paparan di depan perwakilan Pemda, MAMPU dan DFAT

Pada 18 April 2018, Kedutaan Australia dan Program MAMPU mengunjungi wilayah kerja Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI) di Surabaya. Kunjungan ini menjadi ruang bagi kelompok perempuan dan mitra pelaksana program untuk berbagi pengalaman dalam mendorong inisiatif di tingkat lokal dalam pemberdayaan perempuan.

Pertemuan pembuka berlangsung di Kantor Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Dihadiri oleh Pemerintah Kelurahan, Pemerintah Kecamatan, Dinas Tenaga Kerja Surabaya serta para pekerjarumahan binaan MWPRI wilayah Surabaya. Pemerintah Kecamatan Rungkut membuka acara dengan menyambut baik adanya Program MAMPU di wilayahnya serta menjelaskan sangat berkembangnya industri kecil di wilayah Surabaya.

Kemudian dilanjutkan oleh MWPRI menjabarkan kegiatan pemberdayaan seperti perkenalan dengan kerja layak, keterampilan beroganisasi, dan perlindungan kerja para pekerjarumahan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pertemuan di Kecamatan Rungkut ini menjadi awal kerjasama yang baik antara MWPRI, Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan serta Dinas Tenaga Kerja wilayah Surabaya untuk bersama-sama mencari jalan keluar bagi isu-isu sekitar pekerja rumahan.

Kunjungan dilanjutkan dengan kunjungan melihat para pekerja rumahan Kelompok Bunga Sakura binaan MWPRI di Desa Kali Rungkut. Mayoritas pekerja rumahan kelompok ini bekerja membuat souvenir pesta, salah satunya Nyumiatun. Ia bekerja menggulung handuk kecil yang dibungkus cantik menjadi souvenir pesta. Upahnya Rp.10.000 per 100 buah. Umumnya Nyumiatun mendapat pesanan kurang lebih 300-400 buah souvenir. MWPRI mendorong para pekerja rumahan untuk membentuk kelompok untuk saling menguatkan.

“Setelah ada kelompok, saya jadi punya tempat untuk berbagi mengeluarkan keluhan pekerjaan. Kami berharap ke depannya pekerja rumahan ini dianggap. Kami juga ingin kesejahteraan kami juga diperhatikan.” Ungkap Nyumiatun sembari menggulung handuk untuk pesanan hari itu.

Program MAMPU-Bappenas-DFAT Australia Melakukan Kunjungan Bersama ke Lombok, Nusa Tenggara Barat

Dalam rangka memantau langsung perkembangan kegiatan program MAMPU, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia, didampingi Tim MAMPU, melaksanakan kunjungan ke wilayah kerja MAMPU di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Barat selama dua hari pada Kamis-Jumat (24-25 Januari 2018) lalu.

Temuan hasil kunjungan tersebut diilustrasikan secara lengkap dalam infografis berikut.

Infografis: Mitra MAMPU yang Dikunjungi dan Hasil Temuan Kunjungan

  1. Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) di Desa Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur
  • Adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara BaKTI dan DPRD Kab. Lombok Timur untuk koordinasi Program MAMPU
  • Advokasi kebijakan untuk meningkatkan layanan bagi perempuan korban kekerasan dengan lahirnya Renstra DP3KB, SOP P2TP2A dan Rencana Kerja dan Anggaran yang Resposif Gender
  • Berjalannya Reses Partisipatif di Ka. Lombok Timur yang memungkinkan masyarakat termasuk perempuan dan kelompok marjinal lainnya menyampaikan informasi secara langsung kepada anggota parlemen
  • Keterlibatan perempuan miskin dalam proses pengambilan keputusan, terutama melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
  1. Migrant CARE dan submitra Perkumpulan Panca Karsa di Desa Nyerot, Kabupaten Lombok Tengah
  • Terbentuknya Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di Desa Nyerot
  • Adanya peningkatan kapasitas pelaksana Desbumi dalam melakukan pendampingan kasus yang berjejaring dengan Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkantibmas) dari kepolisian maupun dinas-dinas terkait
  • Adanya Peraturan Desa (Perdes) tentang perlindungan buruh migran asal Desa Nyerot.
  1. Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Desa Gemel, Kabupaten Lombok Tengah
  • Penguatan komunitas yang berasal dari perubahan cara pandang dalam diri para perempuan anggota PEKKA
  • Komitmen anggota PEKKA untuk mendukung program perlindungan sosial pemerintah seiring dengan meningkatnya pengetahuan mereka tentang isu tersebut
  • Keterlibatan anggota PEKKA dalam proses pembangunan desa, baik sebagai anggota tim verifikasi desa maupun fasilitator yang mensosialisasikan program perlindungan sosial
  • Tim PEKKA di Kabupaten Lombok Tengah menerima dana Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Pengadilan Agama Praya untuk membantu pengurusan itsbat nikah
  1. Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM), submitra Institut KAPAL Perempuan di Desa Sokong, Kabupaten Lombok Utara
  • Sejak 2014, Sekolah Perempuan (SP) berhasil mendongkrak rasa percaya diri dan kesadaran kritis perempuan miskin setempat
  • Para perempuan yang belajar di SP Desa Sokong melakukan advokasi untuk pembangunan desa dan terlibat dalam Musrenbang Perempuan maupun Musrenbang desa.
  • Murid-murid SP Desa Sokong mengelola dana usaha simpan pinjam, dengan nilai saat ini sebesar Rp. 30 juta, yang digunakan untuk membantu meningkatkan perekonomian ibu-ibu desa.
  • Adanya alokasi anggaran desa untuk SP, yang akan digunakan untuk studi banding ke Lombok Timur dan untuk modal usaha
  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menetapkan bahwa semua desa di Kabupaten Lombok Utara wajib mendirikan Sekolah Perempuan
  • Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2018 mengalokasikan dana untuk replikasi 10 SP di 10 desa.

TURC Adakan Home Workers Festival 2017

Trade Union Rights Centre (TURC), salah satu mitra Program MAMPU untuk area tematik yang berfokus pada peningkatan kondisi pekerjaan dan penghapusan diskriminasi di tempat kerja, menggelar Women Home Workers Festival 2017 di Jakarta Creative Hub, Jumat-Sabtu (22-23 Desember 2017). Festival terselenggara dengan serangkaian kegiatan seperti diskusi panel, seminar hasil penelitian tentang  kondisi pekerja  rumahan  pada rantai pasok sektor sepatu, pemutaran film, serta praktek kerja sebagai pekerja rumahan. Festival juga diisi dengan pameran produk hasil kerja perempuan pekerja rumahan dan seni instalasi oleh organisasi pendamping pekerja rumahan dan mahasiswa institut kesenian Jakarta (IKJ). Ikut serta pula sejumlah organisasi masyarakat sipil, termasuk mitra Program MAMPU lainnya yaitu Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI), Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan Indonesia (BITRA), dan Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) serta organisasi pekerja rumahan dari Cirebon, Tangerang dan Sukabumi.

Evania Putri, Ketua Pelaksana Women Home Workers Festival berharap, “Women Home Workers Festival dapat menjadi jembatan dan ruang diskusi bersama untuk menemukan solusi perbaikan kondisi kerja bagi para pekerja sektor informal, serta menjadi wujud nyata dalam mendorong perlindungan hukum bagi pekerjaan berbasis rumahan yang banyak didominasi oleh pekerja perempuan.”

MAMPU – ‘Aisyiyah Berhasil Dorong Kebijakan Alokasi Dana Desa untuk Layanan Kespro di Kabupaten Sambas

Advokasi mitra MAMPU, ‘Aisyiyah mengenai peningkatan layanan kesehatan reproduksi perempuan kini terwujud melalui diselenggarakannya pemeriksaan kanker serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat, atau yang kita kenal dengan tes IVA, secara gratis untuk seluruh perempuan di wilayah Desa Setalik dan Desa Kartiasa, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Bentuk dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan perempuan ini, kini sepenuhnya dibiayai oleh dana desa.

Menurut Nurlisa yang akrab disapa Lisa, Koordinator Program MAMPU – ‘Aisyiyah Kabupaten Sambas, tes IVA yang diperkirakan akan dijalankan oleh sekitar 100 perempuan di Desa Setalik ini merupakan hasil advokasi yang dilakukan oleh kader dan anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah saat berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), 2017 lalu.

Keberhasilan penyelenggaraan pemeriksaan tersebut juga tidak luput dari jalinan kerja sama yang erat antara pihak Puskesmas Sejangkung dengan ‘Aisyiyah. Tes IVA dapat dilangsungkan di Polindes Setalik. “Selama ini tes IVA selalu dilakukan di Puskesmas, akan tetapi kali ini pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan di Polindes yang lokasinya lebih dekat dengan masyarakat. Mereka membawa lima bidan, bahkan Kepala Puskesmas juga hadir,” ujar Lisa.

Di Desa Kartiasa, kehadiran dukungan Program MAMPU melalui ‘Aisyiyah juga mendapat sambutan baik. Melalui pertemuan pengurus Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sambas dengan Kepala Desa Kartiasa di Kantor Desa Kartiasa pekan lalu (13/9), Kepala Desa Edy Rakhman didampingi Sekretaris Desa, Yulida menyampaikan apresiasinya terhadap usaha yang dilakukan Program MAMPU bersama ‘Aisyiyah.

“Kegiatan yang selama ini dilakukan oleh MAMPU-‘Aisyiyah di Desa Kartiasa membantu pemberdayaan perempuan dan mewujudkan sosialisi kesehatan ibu dan anak dengan optimal,” Yulida menyampaikan dalam pertemuan tersebut “peran ‘Aisyiyah sangat membantu kami untuk mengorganisasi perempuan dalam kegiatan-kegiatan desa,” sambungnya.

Sukabumi Luncurkan Perbup Perlindungan Sosial

Peraturan Bupati No. 41 Tahun 2018  tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan di Sukabumi disahkan pada awal Agustus 2018. Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan. Melalui Perbub ini Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi (KLIK) yang merupakan inisiatif PEKKA, salah satu mitra MAMPU untuk pertama kalinya masuk dalam sistem dan kebijakan di tingkat kabupaten.

Sosialisasi Perbub ini dilaksanakan pada 18-19 September 2018 kepada 381 Kepala Desa dan 20 OPD di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Acara dibuka oleh Asisten Daerah I Setda Kabupaten Sukabumi, Asep Abdul Wasit. Perbub ini merupakan terobosan baru dimana ada keterlibatan Pemerintah dan masyarakat desa dalam Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kabupaten Sukabumi. Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang berada di tingkat desa mendapatkan mandat dalam Perbub untuk melaksanakan KLIK dua kali dalam setahun sebagai bagian dari proses verifali data di tingkat desa.

“Perbup diperlukan sebagai referensi regulasi untuk memperlancar mekanisme dan mempertegas sasaran dan tujuan dalam program penanganan kemiskinan. Perbub ini mendorong partisipasi masyarakat dan hasil kerjasama dengan multi pihak termasuk SLRT, Program MAMPU dan PEKKA,” ujar Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Lomba Esai Mahasiswa: Lindungi Pekerja Rumahan

Di Indonesia, banyak perempuan miskin bekerja sebagai pekerja rumahan yang belum terlindungi oleh undang-undang ketenagakerjaan. Jumlah pekerja rumahan belum didata dengan pasti, namun ada jutaan orang terutama perempuan yang menggeluti pekerjaan ini. Mereka ada di sekitar kita, memproduksi baju, sepatu,  tas yang biasa kita beli, kerajinan  di rumah kita, atau merangkai peralatan elektronik termasuk gadget kita. Sebagian besar pekerja rumahan bekerja dalam kondisi rentan: upah sangat rendah, tidak ada jaminan sosial dan kesehatan, tanpa perlindungan hukum.

Program MAMPU mengadakan lomba menulis esai untuk mahasiswa sebagai bagian dari kampanye publik “Lindungi Pekerja Rumahan” yang diselenggarakan bersama Radio KBR dan empat mitra yakni Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA), Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia (MWPRI), Trade Union Rights Center (TURC), dan Yayasan Annisa Swasti (Yasanti).

Melalui lomba ini, kami ingin mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi melalui tulisan agar lebih banyak masyarakat yang paham tentang kondisi pekerja rumahan dan turut mendukung agar mereka mendapatkan hak-hak-nya sebagai pekerja, seperti: jaminan sosial, kondisi kerja yang layak, dan jaminan kesehatan. Kami percaya, mahasiswa punya peran penting dalam menyebarkan informasi, mengedukasi, dan menginspirasi masyarakat luas.

Tema Utama: Lindungi Pekerja Rumahan

Topik-topik:

  1. Siapa Pekerja Rumahan? Mengapa Kita Harus Peduli
  2. Pengorganisasian dan Pemberdayaan Kelompok Pekerja Rumahan
  3. Perlindungan Hukum dan Dukungan Multipihak bagi Pekerja Rumahan
  4. Tema lain yang relevan

Ketentuan:

  • Peserta adalah mahasiswa S1
  • Tulisan adalah karya asli dalam Bahasa Indonesia dan belum pernah dimuat di media massa
  • Panjang tulisan 700 – 1.200 kata, tidak termasuk referensi
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan
  • Peserta wajib posting di 1 media sosial menggunakan hashtag #lindungipekerjarumahan, mencantumkan link tulisan di blog jika ada
  • Tulisan dikirimkan dalam format Microsoft Word, spasi ganda, setiap halaman diberi nomor, judul esai di bagian atas setiap halaman. Tulisan dikirimkan ke e-mail lombapenulisan.mampu@gmail.com
  • Gambar atau ilustrasi lainnya disertakan dalam file terpisah (boleh disimpan di Dropbox, Google Drive).
  • Referensi – buku, artikel, atau sumber online yang dikutip harus dicantumkan di bagian akhir esai dengan catatan kaki.

Kriteria Penilaian:

  • Kesesuaian dengan tema
  • Cara menyampaikan gagasan
  • Orisinalitas
  • Nilai tambah jika melakukan wawancara langsung dengan pekerja rumahan dan menyertakan foto atau ilustrasi yang relevan

Periode Lomba:

  • 5 September – 7 November 2018

Hadiah:

Kamera terbaru dan gadgets lainnya untuk 9 pemenang

Talkshow “Lindungi Pekerja Rumahan”:

Sebagian materi penulisan dapat diperoleh melalui serial talkshow “Lindungi Pekerja Rumahan” di acara Ruang Publik Radio KBR. Talkshow ini dapat disimak di halaman Facebook dan Youtube Radio KBR.

Talkshow “Lindungi Pekerja Rumahan” dapat disimak setiap hari Rabu tanggal 5 September, 19 September, 3 Oktober dan 14 November di Power FM 892 di Jakarta, atau di 100 radio jaringan KBR di Indonesia melalui streaming kbr.id atau via KBR Apps.

Informasi Lebih Lanjut, hubungi:

Novita (0857-1133-1138)

Intan (08111-61-773)

 

 

 

Gerakan Tenunkoe di INACRAFT 2015

150411_mampu_yskk_inacraft096 150411_mampu_yskk_inacraft110 150411_mampu_yskk_inacraft128 150411_mampu_yskk_inacraft165 150411_mampu_yskk_inacraft179 150411_mampu_yskk_inacraft217 150411_mampu_yskk_inacraft225 150411_mampu_yskk_inacraft241
<
>

Program MAMPU berupaya mengentaskan kemiskinan dengan mendukung gerakan pemberdayaan perempuan di Nusa Tengara Timur (NTT). Melalui gerakan Tenunkoe, mitra pelaksana program inovasi MAMPU, Yayasan Satu Karya Karsa (YSKK), melakukan penguatan kapasitas kepada mama-mama pengrajin di NTT dengan memberikan pelatihan dan pendampingan tentang pengelolaan usaha, meningkatkan akses pasar dan menghubungkan dengan sumber dana.

Tanggal 8-12 April 2015, Gerakan Tenunkoe berkolaborasi dengan Dinas Perindag Kabupaten Kupang berkesempatan untu memamerkan dan menjual karya-karyanya di INACRAFT 2015. INACRAFT adalah pameran dan perdagangan hasil kerajinan berskala internasional yang diadakan setiap tahun untuk mempromosikan produk-poduk kerajinan lokal berkualitas tinggi bagi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Gerakan Tenunkoe, kunjungi www.tenunkoe.org atau www.facebook.com/gerakantenunkoe

Aisyiyah

Sebagai organisasi keagamaan otonom perempuan di bawah Muhammadiyah sejak 1917, ‘Aisyiyah memperkuat partisipasi perempuan di seluruh aspek sosial dan ekonomi. Didukung oleh Program MAMPU, ‘Aisyisyah bekerja di 6 propinsi, 15 kabupaten dan 100 desa/kelurahan.

 

Program organisasi sebagai mitra MAMPU:

  • Meningkatkan akses layanan kesehatan reproduksi
  • Meningkatkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di tingkat nasional, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan
  • Membentuk Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA): Kelompok perempuan di tingkat lokal
  • Mengembangkan Model Layanan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan akan isu kesehatan reproduksi dan hal untuk mengakses layanan, termasuk pemindaian kanker serviks dan payudara
  • Mengembangkan keterampilan pekerja kesehatan
  • Advokasi anggaran pemerintah untuk penyediaan layanan yang memadai bagi perempuan.

 

Capaian dalam program MAMPU:

  • Mencetak >1160 kader perempuan melalui 369 Balai Sakinah Aisyiyah (BSA) yang beranggotakan > 8.000 perempuan
  • Lebih dari 230 kader perempuan terlibat Musrenbangdes di 48 desa dalam 11 Kabupaten
  • 100 usulan advokasi anggaran untuk kesehatan reproduksi dalam APBDes
  • Lebih dari 12.000 perempuan mengakses layanan IVA, Pap Smear dan Sadarnis
  • Mendorong 750 warga miskin menjadi peserta JKN PBI (APBD) di Ngawi, Jawa Timur
  • Inisiasi Kartu Menuju Sehat (KMS) Perempuan Sadar Kanker
  • Kabupaten Demak mengadopsi pendekatan Model Layanan dan mengalokasikan anggaran untuk pelatihan layanan IVA bagi tenaga kesehatan.